TASIKMALAYA | Priangan.com – Usaha pembuatan hanger di Kota Tasikmalaya masih bertahan di tengah dinamika industri konveksi dan laundry. Meski tergolong usaha rumahan berskala kecil, produksi hanger lokal tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha pakaian, laundry, hingga rumah tangga.
Pelaku usaha hanger, Ilham Arifin, mengatakan permintaan hanger cenderung fluktuatif. Pada momen tertentu seperti meningkatnya usaha laundry atau pembukaan toko pakaian baru, pesanan biasanya melonjak. Namun di luar periode tersebut, produksi disesuaikan dengan kondisi pasar agar stok tidak menumpuk.
“Kalau lagi ramai, terutama dari laundry dan toko baju, pesanan cukup banyak. Tapi kalau sepi, produksi kami kurangi supaya tidak overstock,” ujarnya kepada Priangan.com, Minggu (15/2/2026).
Menurut Ilham, proses produksi hanger masih dilakukan secara manual mulai dari pembentukan kawat hingga tahap finishing. Selain menjaga kualitas produk, sistem produksi manual ini juga memberi peluang kerja bagi warga sekitar.
“Semua masih manual. Selain menjaga kualitas, usaha ini juga jadi sumber penghasilan bagi beberapa warga,” katanya.
Sementara itu, pelaku usaha hanger lainnya, Dadan, mengungkapkan tantangan utama saat ini adalah kenaikan harga bahan baku serta persaingan dengan hanger produksi pabrik yang dijual lebih murah di pasaran. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus lebih cermat dalam menentukan harga jual.
“Harga kawat kadang naik, sementara hanger pabrik banyak yang murah. Jadi kami harus pintar menyesuaikan harga supaya pelanggan tetap loyal,” ujarnya.
Meski begitu, hanger produksi lokal dinilai memiliki keunggulan dari sisi kekuatan dan fleksibilitas desain. Banyak pelaku laundry tetap memilih produk lokal karena dianggap lebih kokoh dan tahan lama dibanding hanger pabrikan.
“Biasanya laundry lebih memilih hanger yang kuat walaupun sedikit lebih mahal, karena lebih awet,” tambahnya.
Pelaku usaha berharap ada perhatian lebih terhadap UMKM produksi kecil di Tasikmalaya agar mampu bersaing di tengah perubahan pasar. Selain menopang ekonomi lokal, usaha hanger rumahan juga dinilai berperan menjaga lapangan kerja masyarakat sekitar. (ags)

















