Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) kembali melontarkan kritik keras kepada rezim Prabowo Subianto. Setelah mendapat teror usai menyebut Presiden bodoh dan memelesetkan MBG menjadi Maling Berkedok Gizi, mereka tidak lantas ciut nyali lalu tutup mulut.
Bukan saja dilayangkan kepada mahasiswa, teror-teror itu juga menyasar pihak lain di luar lingkaran kampus. Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mengaku mendapat teror dalam rupa-rupa narasi. Ia di antaranya diisukan bagian dari LGBT, menjadi pelanggan pemandu lagu karaoke, dan menggelapkan dana progam KIP Kuliah.
















