TASIKMALAYA | Priangan.com – Di pertengahan Ramadan 2026, Polres Tasikmalaya turun langsung menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui program Gerakan Pangan Murah. Halaman parkir Masjid Agung Baiturrahman Gebu disulap menjadi pasar rakyat yang menjual sembako dengan harga di bawah pasaran, Selasa (3/3/2026).
Sejak pukul 15.00 WIB, ratusan warga memadati lokasi. Mereka antre membeli beras, minyak goreng, telur, hingga daging dengan harga lebih terjangkau dibanding pasar tradisional.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dr. Wahyu Pristha Utama, menegaskan kegiatan ini merupakan langkah konkret Polri untuk membantu masyarakat sekaligus menekan inflasi daerah selama Ramadan.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami memastikan warga mendapatkan kebutuhan pokok berkualitas tanpa harus membayar mahal,” ujarnya di sela kegiatan.
Sembilan komoditas utama dijual dengan harga kompetitif, di antaranya beras SPHP Rp11.500/kg, minyak goreng Rp15.000/liter, telur Rp28.000/kg, gula pasir Rp17.500/kg, hingga daging sapi Rp140.000/kg. Selisih harga yang cukup signifikan membuat daya beli warga kembali terjaga.
Program ini juga merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, untuk memperkuat sinergi kepolisian dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Warga mengaku sangat terbantu, terutama di tengah kenaikan kebutuhan selama bulan puasa.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Sembako lebih murah dari harga pasar. Saya beli beras, telur, dan minyak,” kata Wiwin (30), salah seorang pembeli.
Gerakan Pangan Murah Polres Tasikmalaya ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial Ramadan, melainkan menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga sembako dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Tasikmalaya. (yna)

















