Jakarta | Priangan.com – PT Prima Layanan Nasional Enjiniring atau PLN Enjiniring menyala dalam ajang Indonesia Top Achievements of the Year (ITAY) 2026 yang digelar di Grand Studio Metro TV, beberapa waktu lalu.
Anak usaha PLN yang bergerak di bidang engineering ketenagalistrikan itu meraih dua penghargaan bergengsi, yakni Excellence in Engineering Partnership for National Energy Infrastructure 2026 untuk kategori perusahaan dan Best Transformational Leader in Energy Engineering 2026 kategori kepemimpinan.
Dewan juri ITAY menilai, PLN Enjiniring merupakan mitra engineering strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan kelistrikan nasional yang andal dan berkelanjutan. Penghargaan tersebut diberikan atas transformasi organisasi yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyelarasan struktur agar lebih agile dan responsif terhadap kebutuhan proyek strategis nasional, hingga perubahan cara kerja melalui digitalisasi proses engineering berbasis data untuk meningkatkan kualitas, kecepatan, dan akurasi delivery.
Penguatan budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada excellence turut menjadi fondasi dalam memastikan konsistensi kinerja dan dampak jangka panjang. Upaya tersebut diperkuat melalui capacity building SDM engineering secara berkelanjutan melalui strategic partnership dengan institusi pendidikan, mitra global, dan pelaku industri, sehingga PLN Enjiniring dinilai mampu memperkuat reliabilitas sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung agenda transisi energi Indonesia.
Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menuturkan, penghargaan tersebut merupakan amanah sekaligus validasi atas transformasi yang telah dijalankan perusahaan. Menurutnya, penghargaan itu bukan sekadar pengakuan, tetapi amanah untuk terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan nasional.
“Transformasi yang kami lakukan menyentuh struktur organisasi, cara bekerja melalui digitalisasi, serta penguatan budaya perusahaan. Yang paling utama adalah pengembangan people melalui capacity building dan strategic partnership, karena kami meyakini talenta unggul adalah fondasi utama keberhasilan transformasi,” papar Chairani.
Prof. Martani Huseini, salah satu dewan juri, menjelaskan, transformasi di sektor energi membutuhkan kepemimpinan visioner dan kompetensi engineering yang kuat. “PLN Enjiniring menunjukkan keduanya dalam mendukung pembangunan nasional,” tandasnya.
Sementara itu, Founder ITAY, Arief Hidayat Thamrin, menambahkan, penghargaan tersebut diberikan kepada institusi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu bertransformasi dan memberi dampak nyata bagi keberlanjutan energi Indonesia.
Penilaian dilakukan berdasarkan lima kriteria utama, yaitu prestasi, inovasi, transformasi, kompetensi inti, dan kontribusi dengan pendekatan berbasis bukti serta dampak strategis terhadap pembangunan nasional. ***

















