Perjalanan Panjang NASA Menuju Bulan

WASHINGTON D.C | Priangan.com – Upaya Amerika Serikat mencapai Bulan merupakan rangkaian panjang kerja teknis dan ilmiah yang dimulai jauh sebelum Apollo 12 lepas landas pada November 1969. Program ini tumbuh dari misi Mercury dan Gemini pada awal 1960-an, saat para insinyur dan astronaut NASA berusaha memahami batas kemampuan manusia dan teknologi dalam penerbangan luar angkasa. Dorongan politik pada masa itu turut memberi arah, terutama setelah Presiden John F. Kennedy menyatakan target untuk menempatkan manusia di Bulan dan membawanya pulang dengan selamat sebelum dekade berakhir.

Berbagai persiapan dilakukan NASA untuk mencapai tujuan tersebut, mulai dari pengembangan roket Saturn V hingga penyempurnaan modul komando dan modul lunar yang menjadi tulang punggung misi Apollo. Pengujian demi pengujian dilaksanakan, menghadirkan keberhasilan sekaligus kegagalan yang memberikan pelajaran berharga bagi tim perancang dan awak astronaut. Salah satu peristiwa penting terjadi pada 1967, ketika kebakaran kabin menewaskan tiga astronaut Apollo 1 dan memaksa perubahan signifikan dalam prosedur keselamatan serta penggunaan material pesawat.

Setelah melewati serangkaian uji terbang, NASA memasuki tahap pelaksanaan misi berawak ke Bulan. Apollo 11 menjadi pendaratan pertama yang berhasil pada Juli 1969, membuka jalan bagi misi berikutnya. Beberapa bulan kemudian, pada 14 November 1969, Apollo 12 diluncurkan dari Kennedy Space Center dengan tiga astronaut: Pete Conrad sebagai komandan, Richard F. Gordon sebagai pilot modul komando, dan Alan L. Bean sebagai pilot modul lunar.

Saat roket Saturn V mengangkat kendaraan ruang angkasa tersebut, peluncuran sempat mengalami gangguan. Kilatan petir menyambar roket dalam hitungan menit pertama, menurunkan tegangan sejumlah instrumen. Tim kendali misi memberi arahan teknis yang memungkinkan sistem kembali normal sehingga penerbangan tidak dibatalkan. Kondisi itu menjadi salah satu contoh bagaimana prosedur yang dirancang setelah tragedi Apollo 1 menghadirkan kesiapan yang lebih matang.

Lihat Juga :  Kisah The Champawat Tiger, Harimau Betina yang Membunuh 436 Warga India  

Perjalanan menuju Bulan berlangsung sesuai rencana. Setelah memasuki orbit Bulan, Conrad dan Bean memisahkan modul lunar Intrepid dari modul komando yang diterbangkan Gordon. Pada 19 November 1969, Intrepid mendarat di wilayah Ocean of Storms dengan tingkat akurasi yang menjadi salah satu capaian utama misi ini. Lokasi pendaratan berada tidak jauh dari wahana robotik Surveyor 3 yang pernah dikirimkan NASA sebelumnya, memberikan kesempatan bagi astronaut mengamati wahana tersebut dan mengambil bagian-bagian tertentu untuk dianalisis lebih lanjut.

Lihat Juga :  Sejarah Boston Female Medical School, Pendidikan Kedokteran untuk Perempuan Pertama di Amerika

Selama berada di permukaan, Conrad dan Bean memasang seperangkat instrumen ilmiah untuk penelitian jangka panjang serta mengumpulkan sampel batuan. Sementara itu, Gordon melakukan serangkaian pengamatan dari orbit menggunakan modul komando. Data geologi dan seismik yang dibawa pulang menjadi dasar bagi pengembangan misi Apollo selanjutnya, yang semakin menonjolkan sisi ilmiah dari eksplorasi Bulan. (wrd)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos