CIAMIS | Priangan.com – Sejumlah pedagang di Pasar Ciamis mulai merasakan dampak ekonomi dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Para pedagang mengeluhkan penurunan pembelian bahan makanan yang selama ini biasa dibeli orang tua untuk bekal anak.
Beberapa pedagang menyebut, sejak program MBG berjalan di sejumlah sekolah, pola belanja masyarakat berubah. Pembelian bahan pangan seperti sayur, telur, hingga lauk pauk yang biasanya ramai pada pagi hari kini mengalami penurunan.
Salah seorang pedagang sayuran, Siti Nurhayati, mengatakan bahwa pelanggan yang biasanya membeli bahan makanan untuk bekal anak sekolah kini tidak lagi berbelanja sebanyak sebelumnya.
“Biasanya orang tua beli sayur, telur, atau lauk untuk bekal anak sekolah. Sekarang pembeliannya jadi berkurang karena di sekolah sudah ada makan gratis,” ujar Siti di Pasar Ciamis, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, perubahan paling terasa terjadi pada jam-jam pagi yang sebelumnya menjadi waktu paling ramai bagi pedagang bahan makanan.
Keluhan serupa disampaikan pedagang telur, Asep Rahmat. Ia mengaku penjualan telurnya mengalami penurunan terutama sejak program MBG mulai berjalan.
“Dulu pagi hari banyak yang beli telur buat bekal anak sekolah. Sekarang karena ada MBG, pembeliannya agak berkurang,” kata Asep.
Penurunan jumlah belanja juga dirasakan pedagang bahan dapur lainnya, Yani (45). Ia mengatakan sebagian pelanggan masih datang ke pasar, namun nilai belanja mereka tidak sebesar biasanya.
“Pembeli masih ada, tapi jumlah belanjanya tidak sebanyak dulu. Biasanya beli banyak buat bekal anak sekolah, sekarang jadi lebih sedikit,” ujarnya.
Meski mengeluhkan penurunan penjualan, para pedagang mengaku memahami tujuan program MBG yang digagas pemerintah untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak sekolah.
Namun mereka berharap pemerintah juga memperhatikan dampak ekonomi yang dirasakan pedagang kecil di pasar tradisional.
“Kami mendukung program untuk anak-anak, tapi mudah-mudahan pemerintah juga memperhatikan pedagang pasar yang menggantungkan penghasilan dari jual beli harian,” kata Yani.
Para pedagang berharap aktivitas pasar bisa kembali ramai seperti sebelumnya sehingga usaha mereka tetap bertahan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat. (ags)
















