CIAMIS | Priangan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah belum membawa angin segar bagi pedagang ikan di Pasar Ikan Kabupaten Ciamis. Alih-alih terjadi lonjakan permintaan sebagai sumber protein utama, transaksi justru berjalan normal tanpa peningkatan berarti.
Di lapak-lapak Pasar Ikan Ciamis, aktivitas jual beli terlihat seperti hari biasa. Tidak ada pesanan besar dari pihak penyedia makanan program MBG sebagaimana yang diharapkan pedagang.
Farhan (35), salah seorang pedagang ikan, mengaku belum pernah menerima pembelian dalam jumlah besar sejak program tersebut berjalan.
“Untuk program makan bergizi gratis, belum ada yang beli langsung ke pedagang pasar. Penjualan masih sama seperti biasa,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, jika pengadaan bahan pangan untuk MBG melibatkan pedagang lokal, khususnya ikan sebagai sumber protein, maka dampaknya akan langsung terasa terhadap pendapatan pedagang kecil.
Keluhan serupa disampaikan Sidik (40). Ia menilai Pasar Ikan Ciamis memiliki pasokan yang cukup, baik ikan laut maupun ikan air tawar segar, yang layak memenuhi kebutuhan gizi program tersebut.
“Pasokan di sini lengkap dan segar. Harusnya bisa diberdayakan untuk kebutuhan program,” katanya.
Namun hingga kini, pedagang mengaku belum dilibatkan dalam rantai distribusi bahan pangan MBG. Mereka khawatir jika pola pengadaan lebih banyak melalui distributor besar, pasar tradisional akan semakin tersisih.
Pedagang berharap pemerintah daerah dan pihak penyelenggara program membuka ruang bagi pasar tradisional sebagai mitra penyedia bahan pangan.
Mereka menilai program sosial seperti MBG seharusnya tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi pedagang kecil di Kabupaten Ciamis. (ags)

















