Pasca Diancam Trump, Spanyol Tegas Mengecam Serangan AS-Israel

MADRID | Priangan.com – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengecam keras kampanye militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, pada Rabu, 4 Maret 2026. Sikap ini tetap ia sampaikan meskipun Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghentikan seluruh hubungan perdagangan dengan Spanyol pasca menolak memberi akses pangkalan militernya untuk operasi tersebut.

Dalam pidatonya, Sánchez menegaskan sikap negaran dengan tegas “Tidak untuk perang.” Ia memperingatkan bahwa konflik besar dalam sejarah sering dimulai dari keputusan politik yang sembrono. Menurutnya, dunia tidak boleh mempertaruhkan masa depan hanya demi kepentingan geopolitik jangka pendek.

Sánchez juga menanggapi langsung ancaman dari Washington. Ia menegaskan bahwa Spanyol tidak akan iki serta dalam tidandakan yang berpotensi memperburuk situasi global hanya karena tekanan dari negara lain. Baginya, stabilitas internasional dan diplomasi harus tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi konflik.

Selain itu, Sánchez turut mengkritik pemimpin yang menurutnya memanfaatkan konflik untuk kepentingan politik. Pernyataan tersebut secara luas dipandang atas kritik terhadap Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut bahwa sebagian pemimpin menggunakan “kabut perang” untuk menutupi kegagalan mereka dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Kritik Sánchez juga diarahkan kepada Kanselir Jerman Friedrich Merz. Ia menilai sikap Merz yang tidak membela Spanyol ketika Trump mengancam menghentikan perdagangan sebagai tanda kurangnya sikap solidarias di antara negara Uni Eropa. Situasi tersebut memperlihatkan adagia perbedaan sikap di dalam blok Eropa atas konflik yang terjadi.

Pemerintah Spanyol sebelumnya juga menolak target aliansi NATO yang meminta negara anggota meningkatkan belanja pertahanan hingga 5% dari PDB. Sánchez menilai target tersebut tidak realistis dan tidak sesuai dengan prioritas ekonomi domestik Spanyol saat ini.

Lihat Juga :  AS dan Cina Capai Kesepakatan Dagang di Jenewa, Ketegangan Tarif Mulai Reda

Menteri Luar Neger Spanyol, José Manuel Albares, turut menyampaikan kekecewaanya terhadap pemerintah Jerman. Ia mengatakan Madrid mengharapkan tingkat solidaritas yang lebih besar dari sesama negara Eropa. Albares juga menilai bahwa pada masa kepemimpinan seperti Angela Merkel dan Olaf Scholz, semangat kerja sama Eropa jauh lebih kuat.

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos