Seandainya Amerika Serikat Tidak Salah Tafsir Soal Kata Mokusatsu
- Historia
- Juli 28, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com — Polemik dugaan ketidaksesuaian tarif layanan kesehatan di RSUD dr. Soekardjo kembali menjadi perhatian publik setelah temuan Badan Pemeriksa Keuangan dalam laporan keuangan pemerintah daerah 2024 mengungkap adanya 27 jenis tarif yang tidak selaras dengan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 1 Tahun 2024. Nilai ketidaksesuaian tersebut disebut mencapai sekitar Rp1,35 miliar. Sorotan
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan kepada keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat kunjungan ke Menara PNM, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Ia berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguat ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik, baik
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Politikus Partai Gerindra itu meyakini tidak ada perkosaan massal dalam peristiwa yang berujung pada lengsernya Soeharto dari kursi Presiden. Menurutnya, kasus rudapaksa itu hanyalah rumor yang tidak didukung bukti-bukti valid. Pernyataan tersebut memanen kritikan dari banyak pihak. Namanya pun kembali diplesetkan menjadi Fadli Zonk, karena saat menjadi oposisi ia sangat rajin
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Penambangan pasir di Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, telah berlangsung selama puluhan tahun, mengubah pemandangan alam dari sawah hijau menjadi lahan gundul penuh lumpur dan bebatuan. Saksi hidup, Aa Cungkring, yang menambang sejak 1970, menggambarkan bagaimana masyarakat awalnya menggali pasir secara tradisional. Setelah erupsi Gunung Galunggung pada 1982, penambangan semakin meningkat, dengan pengusaha
READ MORE
DPRD Kabupaten Tasikmalaya menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian penjelasan bupati Tasikmalaya mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2024, Jumat, 20 Juni 2025.
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE