Soekarno-Tan Malaka: Dua Tokoh, Satu Cita-cita, Dua Jalan Perjuangan
- Historia
- Agustus 8, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com — Polemik dugaan ketidaksesuaian tarif layanan kesehatan di RSUD dr. Soekardjo kembali menjadi perhatian publik setelah temuan Badan Pemeriksa Keuangan dalam laporan keuangan pemerintah daerah 2024 mengungkap adanya 27 jenis tarif yang tidak selaras dengan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 1 Tahun 2024. Nilai ketidaksesuaian tersebut disebut mencapai sekitar Rp1,35 miliar. Sorotan
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan kepada keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat kunjungan ke Menara PNM, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Ia berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguat ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik, baik
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali memantik polemik. Kali ini dipicu oleh penggantian nama rumah sakit Al Ihsan menjadi Welas Asih yang dituangkan dalam Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Barat Nomor 445 Tahun 2025.
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Politikus Partai Solidaritas Indonesia, Ade Armando, mendapat jatah komisaris di PLN Nusantara Power, anak usaha PLN yang mengelola pembangkit listrik di seluruh Indonesia. Informasi itu dibenarkan Ade setelah dikonfirmasi wartawan pada Jumat, 4 Juli 2025. Namun, kabar tersebut disambut sumbang sejumlah warganet. Mereka menumpahkan beragam respons sarkas di akun media sosial
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Isu soal Jawa Barat akan dipecah menjadi lima provinsi belakangan ini menggelinding bak bola salju. Selain untuk meningkatkan pelayanan publik, pemekaran wilayah penting dilakukan agar bisa mempercepat pembangunan dan mengatasi ketimpangan ekonomi antarwilayah. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat butuh dimekarkan menjadi beberapa wilayah otonom. Wacana itu
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE