Guillotine, Jejak Panjang Eksekusi Mati di Prancis
- Historia
- September 10, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com – Keberadaan dapur MBG yang diduga belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi sorotan mahasiswa di Tasikmalaya. Hasil observasi lapangan menunjukkan limbah cair dari aktivitas dapur disebut belum melalui proses pengolahan sesuai standar sanitasi lingkungan, sehingga berpotensi mencemari saluran air dan lingkungan sekitar. Ketua Umum Komite Mahasiswa Tasikmalaya, Dendy Bima Ardana,
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan kepada keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat kunjungan ke Menara PNM, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Ia berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguat ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik, baik
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Penghentian sementara penggunaan anggaran belanja daerah atau cut off yang dilakukan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menuai kritikan dari banyak kalangan. Sejak diterapkan pada awal Juli 2025, langkah tersebut telah melahirkan banyak masalah. Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Muhamad Hakim Zaman, menilai, keputusan tersebut tidak hanya memicu stagnasi program strategis, tetapi juga
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Pada 4 Maret 2025, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, berjanji akan membangun seribu rumah panggung di Desa Karangligar, Kabupaten Karawang. Janji itu dipertanyakan anggota DPRD Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail, dalam rapat paripurna pada 11 Agustus 2025. Naskah: AI | Editor: Aditama
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, dilaporkan ke Polres Tasikmalaya terkait dugaan pemerasan dalam proyek pengadaan hewan kurban untuk Iduladha 1446 Hijriah. Laporan itu dilakukan SG, salah seorang pengusaha, yang murka setelah diminta upeti terkait pekerjaan tersebut. Naskah: AI | Editor: Aditama
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE