Pertempuran Blore Heath, Pemicu Wars of the Roses Inggris
- Historia
- September 23, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com – Peristiwa tragis menimpa seorang anak berusia sekitar 6 tahun di wilayah Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026). Bocah tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus air selokan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Berdasarkan informasi sementara, korban saat itu tengah bermain bersama temannya di sekitar lokasi selokan. Namun derasnya aliran air
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan kepada keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat kunjungan ke Menara PNM, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Ia berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguat ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik, baik
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Presiden Prabowo Subianto kembali merombak Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin, 8 September 2025. Mereka yang diganti adalah Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan; Abdul Kadir Karding, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia; Dito Ariotedjo, Menteri Pemuda dan Olahraga; Budi Arie Setiadi, Menteri Koperasi; dan Sri
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Perjalanan Indonesia sejak merdeka telah menorehkan sejarah berdarah yang terjadi pada bulan September. Satu di antaranya adalah Gerakan 30 September yang kini menempel kuat di benak banyak orang dengan sebutan G30S/PKI. Naskah: AI | Editor: Aditama
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Gonjang-ganjing gaji dan tunjangan anggota DPR RI yang memantik kemarahan rakyat berakhir antiklimaks. Publikasikan transparansi anggaran DPR secara proaktif yang menjadi bagian dari 17+8 Tuntutan Rakyat dijawab setengah hati oleh DPR. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengekalim telah menjawab 17+8 Tuntutan Rakyat dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE