Kerusuhan Mei 1998: Akhir Orde Baru dan Awal Reformasi
- Historia
- September 24, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com – Peristiwa tragis menimpa seorang anak berusia sekitar 6 tahun di wilayah Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026). Bocah tersebut dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus air selokan saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Berdasarkan informasi sementara, korban saat itu tengah bermain bersama temannya di sekitar lokasi selokan. Namun derasnya aliran air
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan pesan penuh harapan kepada keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM) saat kunjungan ke Menara PNM, Jakarta, Kamis (12/2/2026). Ia berharap bulan suci Ramadan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguat ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik, baik
READ MORE
BANDUNG | Priangan.com – Gaji dan tunjangan gubernur bersama anggota DPRD Jawa Barat sedang menjadi sorotan publik. Tunjangan kesejahteraan pimpinan dan anggota dewan nominalnya mencapai Rp90 miliar lebih. Adapun dana operasional gubernur dan wakilnya mencapai Rp28 miliar atau Rp2,4 miliar per bulan.
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Anak sulung Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, mulai rajin blusukan ke pasar-pasar, berbincang singkat dengan para pedagang, dan membeli sejumlah barang, seperti yang dilakukannya saat mendatangi Pasar Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis, 4 September 2025. Kunjungannya itu bukan dilakoni pada siang hari, tapi menjelang tengah malam. Di pasar itu,
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Program Makan Bergizi Gratis luput dari 17+8 Tuntutan Rakyat yang mengkristal dalam demonstrasi di ujung Agustus hingga awal September 2025. Padahal, salah satu program unggulan Prabowo Subianto yang menyedot anggaran besar itu masih menimbulkan beragam persoalan pelik. Ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum dibayar, sehingga tidak mampu lagi berproduksi
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE