SE Gubernur Jadi Penguat, Pemkot Tasikmalaya All Out Tindak Knalpot Brong
- Daily News
- Agustus 28, 2025

TASIKMALAYA | Priangan.com – 4 tahun Woody Kitchen telah hadir meramaikan dunia kuliner di Tasikmalaya. Woody Kitchen selalu menjadi pilihan yang tepat untuk tempat berkumpul dan bersantap.
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Ngareuah-reuah Poe Basa Indung Sadunya” merupakan sebuah event yang dilaksanakan di alun-alun kota Tasikmalaya, sebagai upaya membangun kebersamaan masyarakat untuk menghidupkan permainan tradisional.
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Kang Uspet, mengingatkan kita akan pentingnya silaturahmi, yang memberi banyak keberkahan bagi kehidupan manusia. Ia mencontohkan beberapa hal sederhana melalui suatu kisah, bagaimana mengamalkan ilmu dan menerapkannya, namun juga belajar tentang nikmat ikhlas dan belajar indahnya bersilaturahmi.
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Menyambut konser Dewa 19 di sejumlah titik di Indonesia, sebagian para fans Dewa dari Tasikmalaya memiliki alternatif lain untuk menyambut band legendaris tersebut, yaitu dengan mewujudkan acara Tribute to Dewa 19 yang diselenggarakan di Selasar Sore. Tribute ini sebagai bentuk penghargaan terhadap para musisi Tanah Air khususnya Dewa 19, juga sebagai
READ MORE
TASIKMALAYA | Priangan.com – Berbicara tentang bisnis, yang perlu diperhatikan untuk membangun bisnis adalah persoalan brand dan branding, ekspose dan eksposure. Serta masih banyak lagi hal yang bisa dibahas. Akbar Moujahid, sebagai pelaku brand lokal mengajak kita semua untuk membangun ide-ide kreatif untuk menjadi seorang pebisnis yang matang.
READ MORE
Tasikmalaya, Priangan.com – Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi telah membuat keadaan berubah. Koran bukan lagi satu-satunya sumber informasi yang dicari dan diandalkan. Banyaknya stasiun televisi swasta dan menjamurnya media massa dalam jaringan atau media online telah merontokkan keperkasaan koran.
READ MORE
JAKARTA | Priangan.com – Pada awal abad ke-20, ruang sidang di Hindia Belanda bukan sekadar tempat mencari keadilan, melainkan sebuah panggung penegasan kekuasaan kolonial. Dalam sistem peradilan Landraad, terdakwa pribumi kerap diperlakukan berbeda sejak awal persidangan. Mereka duduk di lantai, membungkuk di hadapan hakim Eropa, dan menjalani proses hukum yang sebagian besar berlangsung dalam bahasa
READ MORE