BANJAR | Priangan.com – Program makan bergizi gratis (MBG) di SD Inspiratif Al Ilham Kota Banjar untuk sementara waktu dihentikan. Keputusan ini diambil setelah pihak sekolah menggelar rapat bersama orang tua siswa guna menanggapi kekhawatiran terkait kasus dugaan keracunan yang sempat terjadi di sekolah lain.
Kepala SD Inspiratif Al Ilham, Rina Maryani, mengatakan bahwa pihaknya lebih dulu meminta pendapat orang tua melalui angket sebelum menentukan langkah lanjutan.
“Kami mengadakan rapat dan voting bersama orang tua siswa untuk mengetahui sejauh mana mereka bersedia anaknya menerima makan bergizi gratis. Hal ini penting agar keputusan diambil secara bersama dan tidak menimbulkan keresahan,” ujar Rina Maryani, Selasa (14/10/2025).
Dari hasil angket tersebut, sekitar separuh orang tua menyatakan setuju program MBG tetap berjalan, sementara sisanya memilih untuk menolak. Sebagian kecil lainnya menyetujui dengan syarat tertentu, seperti jaminan keamanan dan kebersihan makanan yang lebih ketat.
“Dalam angket sudah dijelaskan beberapa poin agar orang tua paham apa yang menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan penyedia makanan. Hasilnya cukup berimbang antara yang setuju dan tidak,” jelasnya.
Rina menuturkan, hasil musyawarah itu belum secara resmi disampaikan kepada pihak penyelenggara MBG, yaitu Satuan Pelaksana Program Pemerintah Gizi (SPPG). Ia mengaku telah mencoba berkoordinasi agar distribusi makanan hanya diberikan kepada siswa yang orang tuanya mengizinkan. Namun, kebijakan dari pihak penyelenggara tidak memungkinkan hal tersebut.
“Kami sudah menanyakan apakah bisa hanya anak-anak yang diizinkan orang tuanya saja yang menerima, tapi ternyata dari SPPG kebijakannya tidak bisa dipilah. Jadi harus seluruh siswa,” katanya.
Ia menambahkan, keputusan penghentian sementara ini lebih didorong oleh rasa khawatir orang tua setelah adanya kasus dugaan keracunan di SMPN 3 Banjar dan Darul Ulum beberapa waktu lalu. Kedua sekolah tersebut diketahui menerima pasokan makanan dari dapur yang sama.
“Bukan berarti orang tua menolak program pemerintah. Mereka hanya ingin memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak. Karena bagaimanapun, keselamatan siswa menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Distribusi terakhir program MBG di SD Inspiratif Al Ilham berlangsung pada Jumat (10/10/2025), berupa roti tawar, susu, dan buah pir. Setelah itu, sekolah bersama pihak penyelenggara sepakat menghentikan sementara hingga ada kepastian lebih lanjut terkait keamanan makanan.
“Setelah kejadian di dua sekolah itu, kami langsung meminta agar sementara dihentikan dulu. Dari pihak SPPG juga memahami dan setuju untuk menunda distribusi sambil menunggu evaluasi,” tutup Rina. (Eri)

















