TASIKMALAYA | Priangan.com – Puluhan pengemudi ojek online (ojol) berkumpul di Jalan Kalawagar, Desa Singasari, Jumat (13/2/2026) sore, mengikuti kegiatan “Ngariung Bareng Kapolda Jabar” yang digelar secara virtual. Kegiatan ini menjadi bagian penguatan sinergi keamanan berbasis masyarakat melalui program “Sauyunan Jaga Lembur” di wilayah Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut dipimpin Kapolres Polres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, sebagai langkah membangun kolaborasi aktif antara kepolisian dan komunitas masyarakat, khususnya pengemudi ojol yang memiliki mobilitas tinggi di berbagai wilayah.
Kapolres menegaskan komunitas ojol memiliki peran strategis dalam membantu menjaga keamanan lingkungan. Mobilitas mereka yang luas dinilai memungkinkan deteksi dini potensi gangguan keamanan, termasuk tindak kriminal di jalanan maupun lingkungan permukiman.
“Melalui program Sauyunan Jaga Lembur, kami ingin memperkuat sinergi dengan masyarakat. Rekan-rekan ojol adalah mitra penting Polri. Jika ada hal mencurigakan di lapangan, segera komunikasikan agar bisa ditindaklanjuti,” ujar Kapolres.
Menurutnya, menjaga keamanan tidak bisa hanya dilakukan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat, termasuk komunitas ojol, sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif, terutama menjelang berbagai agenda sosial dan keagamaan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan kerja driver, kepolisian menyerahkan rompi khusus ojek sebagai identitas mitra kamtibmas sekaligus menunjang keamanan berkendara. Selain itu, paket sembako juga diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada keluarga pengemudi ojol.
“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat. Lebih dari itu, kami ingin membangun kedekatan dan rasa kebersamaan antara polisi dan masyarakat,” tambah Kapolres.
Kegiatan “Ngariung” juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog. Sejumlah pengemudi ojol menyampaikan aspirasi terkait keamanan jalan, potensi kriminalitas, hingga keselamatan berkendara. Polisi menilai forum komunikasi seperti ini penting untuk menyerap informasi langsung dari masyarakat.
Program Sauyunan Jaga Lembur diharapkan menjadi model kolaborasi keamanan berbasis warga. Dengan keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas ojol, stabilitas keamanan wilayah Tasikmalaya diharapkan tetap terjaga serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. (yna)

















