Edukasi Profile Wisata

Nyusuk: Strategi Pertahanan Galunggung

434 Views

Batari Hyang, raja Galunggung, memperkuat benteng pertahanan ibukota kerajaan Galunggung, yaitu Rumantak, dengan cara membuat parit (nyusuk atau marigi). Itu dilakukan pada tahun 1111 Masehi sebagai tindakan preventif yang wajar dilakukan pada masa itu, terlepas dari ada atau tidaknya ancaman pada kerajaan.

Membuat parit atau perigi dilakukan juga sebagai tanda adanya pemerintahan yang baru, setelah penobatan raja dilakukan. Bukan tidak mungkin, setiap raja melakukan hal yang sama, dan raja berikutnya yang baru dinobatkan membuat atau memperbaiki perigi yang sudah ada, karena perigi lama dianggap sudah tak memadai atau dangkal.

Facebook Comments
zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?
Tonton Juga :  Pembentukan Karakter Anak Didik di Yayasan At-Taufiq Al-Islamy Tasikmalaya

Add Comment

Click here to post a comment

%d blogger menyukai ini: