TASIKMALAYA | Priangan.com – Penjualan mukena di Kabupaten Tasikmalaya mengalami lonjakan signifikan menjelang bulan Ramadan. Sejumlah pelaku usaha perlengkapan ibadah mengaku kebanjiran pesanan, baik dari konsumen lokal maupun luar daerah, sehingga omzet usaha meningkat tajam dibanding hari biasa.
Salah satu penjual mukena, Wisnu (42), mengatakan peningkatan permintaan sudah terasa sejak beberapa pekan terakhir. Ia menyebut mukena menjadi kebutuhan yang banyak dicari masyarakat untuk persiapan ibadah puasa hingga Lebaran.
“Kalau menjelang Ramadan seperti sekarang, penjualan pasti naik. Banyak pembeli yang cari mukena baru untuk dipakai tarawih atau persiapan Lebaran,” ujarnya saat ditemui Priangan.com, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, dalam kondisi normal penjualan cenderung stabil, tetapi menjelang Ramadan pesanan bisa meningkat hingga dua kali lipat. Mukena berbahan adem dengan model simpel disebut paling diminati karena nyaman digunakan untuk ibadah.
Pengusaha mukena lainnya, Ima Rahmawati (26), mengatakan pasar produknya tidak hanya di Tasikmalaya. Ia memasarkan mukena melalui reseller luar kota hingga pengepul besar, termasuk pengiriman rutin ke Tanah Abang di Jakarta.
“Selain dijual di Tasik, kita juga kirim ke reseller luar kota. Ada juga yang ambil untuk dijual lagi di Tanah Abang, jadi pas Ramadan biasanya permintaan dari sana juga ikut naik,” jelasnya.
Ia menambahkan momen Ramadan dan Idulfitri menjadi periode dengan omzet terbesar setiap tahun.
“Alhamdulillah kalau bulan puasa omzet bisa meningkat berkali-kali lipat. Menjelang Lebaran kadang kami sampai kewalahan menghadapi permintaan, baik dari dalam maupun luar kota,” ungkapnya.
Peningkatan permintaan juga dirasakan penjual lain, Hilda (33). Ia mengatakan aktivitas produksi kini lebih padat sehingga pekerja harus menambah jam kerja agar pesanan tetap terpenuhi tepat waktu.
“Produksi sekarang lebih dikebut karena pesanan banyak. Biasanya kita tambah stok dari jauh-jauh hari supaya tidak kewalahan saat mendekati puasa,” katanya.
Meski penjualan meningkat, pelaku usaha masih menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku kain menjelang musim ramai. Kondisi itu membuat pelaku usaha harus menyesuaikan harga tanpa mengurangi kualitas produk.
“Bahan kain kadang naik, tapi kualitas tetap dijaga. Pembeli sekarang lebih pilih yang nyaman dipakai, apalagi untuk ibadah,” tambahnya.
Para pelaku UMKM berharap tren lonjakan permintaan mukena menjelang Ramadan dapat terus mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus memperluas pemasaran produk kerajinan Tasikmalaya ke pasar nasional di seluruh Indonesia. (ags)

















