WASHINGTON, D.C | Priangan.com – Kehadiran iPod pada awal abad ke-21 menjadi langkah besar dalam sejarah teknologi dan industri musik. Di tengah dominasi kaset dan CD, perangkat kecil buatan Apple itu memperkenalkan cara baru menikmati musik, lebih personal dan praktis. Dalam sebuah acara di markas Apple di Cupertino, Steve Jobs memperkenalkan produk ini dengan kalimat sederhana yang kemudian menjadi ikon: “1.000 lagu dalam saku Anda.”
Perangkat pemutar musik digital ini dirancang dengan penyimpanan 5 gigabita, cukup untuk menampung sekitar seribu lagu berkualitas CD. Bentuknya sederhana dengan roda navigasi yang memungkinkan pengguna berpindah lagu dengan cepat. Daya tahannya mencapai sepuluh jam, sebuah capaian besar untuk ukuran teknologi portabel saat itu.
Apple tidak sekadar menciptakan alat pemutar musik, melainkan menghubungkannya dengan konsep “digital hub” yang dikembangkan Steve Jobs. Komputer Macintosh berfungsi sebagai pusat pengelolaan seluruh perangkat digital, termasuk iPod, melalui perangkat lunak iTunes. Dengan kombinasi itu, pengguna dapat menyimpan, mengatur, dan memutar musik mereka dengan cara yang lebih efisien dan menyenangkan.
Saat pertama kali dijual pada November 2001 dengan harga 399 dolar AS, iPod hanya bisa digunakan pada komputer Macintosh. Meski pasar awalnya terbatas, daya tariknya langsung terasa. Desain minimalis, kemudahan navigasi, dan kapasitas besar menjadikan produk ini unggul dibanding pemutar musik portabel lain pada masa itu.
Keberhasilan iPod kemudian membuka babak baru bagi Apple. Dari perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan komputer, Apple mulai menapaki jalur baru sebagai pelopor perangkat digital dan media hiburan. Produk ini menjadi fondasi bagi kelahiran inovasi besar berikutnya seperti iTunes Store, iPhone, dan iPad. (wrd)

















