TASIKMALAYA | Priangan.com – Memasuki bulan Ramadan 2026, denyut aktivitas di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, mulai terasa. Namun di balik ramainya transaksi, sejumlah pedagang mengeluhkan harga bahan pokok yang belum sepenuhnya stabil.
Meski tidak melonjak drastis, fluktuasi harga telur, cabai, dan daging ayam dalam beberapa pekan terakhir dinilai cukup memengaruhi daya beli masyarakat. Kondisi tersebut membuat pedagang serba dilema dalam menentukan harga jual.
Pantauan di lapangan, harga telur ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram kini merangkak naik menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram. Kenaikan ini membuat sebagian pembeli memilih mengurangi jumlah belanja.
“Pembeli sekarang banyak yang ngurangin belanja. Biasanya beli satu kilo, sekarang setengah kilo. Katanya mahal, padahal kami juga ikut harga dari distributor,” ujar Rina (43), pedagang sembako kepada Priangan.com, Selasa (24/2/2026).
Tak hanya telur, harga cabai juga disebut sering berubah dalam waktu singkat. Pedagang harus sigap menyesuaikan harga agar tidak kehilangan pelanggan, meski margin keuntungan semakin tipis.
“Kadang pagi naik, sore sudah beda lagi. Kalau kami terlalu mahal, pembeli pindah ke lapak lain. Tapi kalau terlalu murah, kami rugi,” kata Dedi, pedagang sayuran di Pasar Cikurubuk.
Situasi ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang dinilai belum sepenuhnya pulih. Momentum Ramadan yang biasanya identik dengan peningkatan transaksi, tahun ini belum menunjukkan lonjakan signifikan.
“Mau Ramadan biasanya ramai. Tapi sekarang masih biasa saja. Orang-orang tetap belanja, tapi lebih hemat,” ujar Maman (39), pedagang sembako lainnya.
Para pedagang berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menjaga stabilitas harga, terutama di tingkat distributor. Mereka mengusulkan adanya operasi pasar atau pengawasan distribusi agar harga tidak mudah bergejolak.
“Kalau harga bisa lebih stabil, kami juga enak jualannya. Pembeli juga tidak terlalu terbebani,” kata salah satu pedagang.
Dengan kebutuhan masyarakat yang cenderung meningkat menjelang Ramadan, stabilitas harga bahan pokok di Kota Tasikmalaya menjadi harapan bersama, agar suasana bulan suci tidak dibayangi kekhawatiran akan lonjakan harga. (ags)

















