Memanas, Trump Lempar Isyarat Soal Marco Rubio dan Masa Depan Kuba

WASHINGTON | Priangan.com — Hubungan Amerika Serikat dan Kuba kembali berada dalam sorotan setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan pernyataan yang memicu spekulasi politik. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebagai sosok yang “bisa memimpin Kuba”, di tengah hubungan Washington–Havana yang terus memburuk.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menanggapi ulang sebuah unggahan bernada satir mengenai Rubio. Tanpa penjelasan tambahan, Trump menulis singkat bahwa gagasan itu terdengar baik baginya. Komentar tersebut segera memicu beragam tafsir, mulai dari candaan politik hingga sinyal tekanan diplomatik terhadap pemerintah Kuba.

Tak lama berselang, Trump mengaitkan pernyataannya dengan kondisi regional. Ia menuding Kuba selama ini bergantung pada pasokan energi dari Venezuela, yang menurutnya kini terhenti setelah operasi militer AS terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Trump juga menyatakan bahwa Washington akan mengambil langkah-langkah lanjutan untuk mengamankan kawasan, sembari memperingatkan Havana agar segera mengambil keputusan politik yang dianggap sejalan dengan kepentingan AS.

Trump turut mengklaim bahwa operasi tersebut menimbulkan korban jiwa di pihak warga Kuba yang disebut terlibat dalam pengamanan Maduro. Klaim ini disampaikan tanpa penjelasan rinci dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Pemerintah Kuba merespons keras pernyataan tersebut. Presiden Miguel Díaz-Canel menilai komentar Trump sebagai bentuk tekanan politik yang tidak dapat diterima. Melalui pernyataan di media sosial, Díaz-Canel menuding Amerika Serikat selama puluhan tahun telah berupaya melemahkan Kuba melalui embargo ekonomi dan kampanye politik, seraya mempertanyakan legitimasi moral Washington dalam menilai negara lain.

Ia juga menegaskan bahwa kesulitan ekonomi yang dialami Kuba saat ini tidak dapat dilepaskan dari sanksi panjang Amerika Serikat yang diberlakukan sejak awal 1960-an. Menurutnya, kebijakan tersebut terus berdampak pada kehidupan rakyat Kuba meski sempat mengalami pelonggaran terbatas pada pemerintahan AS sebelumnya.

Lihat Juga :  Aliran Lahar Galunggung Berbelok Arah Masih Jadi Misteri

Pernyataan Trump terkait Marco Rubio menambah daftar panjang friksi politik antara Washington dan Havana. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Rubio terkait komentar Presiden AS tersebut. Situasi ini kembali menegaskan rapuhnya hubungan kedua negara di tengah dinamika geopolitik kawasan Amerika Latin yang semakin tidak stabil. (Zia)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos