TASIKMALAYA | Priangan.com – Keluhan warga Kota Tasikmalaya soal maraknya polisi tidur tak sesuai standar semakin ramai diperbincangkan. Di sejumlah ruas jalan, mulai kawasan permukiman hingga jalur penghubung antarwilayah, polisi tidur disebut terlalu tinggi, tidak dicat, bahkan dipasang tanpa izin resmi sehingga dinilai membahayakan pengguna jalan.
Salah satu warga, Dimas (27), menilai kondisi tersebut justru menimbulkan persoalan baru. Selain mengganggu kenyamanan berkendara, polisi tidur yang terlalu tinggi dianggap berisiko terhadap keselamatan, terutama saat malam hari.
“Banyak polisi tidur terlalu tinggi dan tajam. Lewat pelan saja terasa keras, apalagi malam hari karena sering tidak terlihat,” ujar Dimas kepada Priangan.com, Selasa (10/2/2026).
Keluhan serupa disampaikan pengendara motor, Sigit (31). Ia mengaku beberapa kali hampir terjatuh karena polisi tidur tidak terlihat jelas, terutama saat hujan atau minim penerangan.
“Warnanya sama dengan aspal, tidak ada tanda. Kalau malam atau hujan sangat berbahaya,” katanya.
Warga lain, Zaki (34), mempertanyakan pemasangan polisi tidur yang dinilai dilakukan tanpa kajian. Menurutnya, tujuan awal untuk memperlambat kendaraan justru berpotensi menjadi ancaman keselamatan.
“Niatnya memang supaya kendaraan pelan, tapi kalau dibuat asal malah bisa bikin celaka,” ungkapnya.
Meski begitu, sebagian warga memahami kekhawatiran lingkungan terkait kecepatan kendaraan. Isni (29) berharap pemasangan polisi tidur tetap mengikuti aturan teknis agar keselamatan semua pihak terjamin.
“Kalau mau pasang polisi tidur, seharusnya lewat prosedur dan izin yang jelas,” ujarnya.
Keberadaan polisi tidur sendiri telah diatur dalam regulasi Kementerian Perhubungan terkait alat pengendali dan pengaman pengguna jalan. Aturan tersebut menegaskan pemasangan harus memenuhi spesifikasi teknis, lokasi tertentu, serta melalui kewenangan instansi terkait.
Warga Kota Tasikmalaya berharap pemerintah daerah segera melakukan penertiban dan evaluasi terhadap polisi tidur yang tidak sesuai ketentuan. Penataan yang tepat dinilai penting agar tujuan keselamatan lalu lintas tercapai tanpa menimbulkan risiko baru bagi masyarakat. (ags)















