Lubang Maut di Jalan Cisinga Tasikmalaya, Kecelakaan Terjadi Hampir Setiap Hari

TASIKMALAYA | Priangan.com – Jalur Ciawi–Singaparna (Cisinga) yang selama ini menjadi urat nadi transportasi Kabupaten Tasikmalaya kini justru berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan. Kerusakan parah di sejumlah titik membuat ruas vital ini layak disebut sebagai jalur maut, tempat warga setiap hari mempertaruhkan nyawa.

Pantauan Priangan.com di lapangan menunjukkan kondisi badan jalan Cisinga dipenuhi lubang-lubang besar dengan kedalaman dan diameter bervariasi. Kerusakan tersebut tersebar di titik-titik strategis, memaksa pengendara roda dua maupun roda empat ekstra waspada, terutama pada malam hari dan saat hujan.

Kondisi ini diakui warga setempat, Amudin (46). Ia menyebut, kerusakan paling parah berada di Kecamatan Leuwisari, tepatnya di dua lokasi yang sudah masuk kategori sangat membahayakan.

“Jalan rusak itu mulai dari Cikasasah Girang sampai Sindangrengha. Lalu ada juga yang sudah dicor dari Cipancur sampai dekat sekolah Jambi. Jadi di Kecamatan Leuwisari ini ada dua titik yang kondisinya paling berat,” ungkap Amudin kepada Priangan.com.

Menurutnya, kecelakaan lalu lintas di jalur Cisinga nyaris terjadi setiap hari. Perubahan kondisi jalan yang ekstrem—dari mulus tiba-tiba berlubang—membuat banyak pengendara tidak siap.

“Untuk kecelakaan, hampir tiap hari ada. Mulai dari luka berat, jatuh, sampai terperosok lubang. Penyebab utamanya karena jalan yang awalnya mulus, mendadak berlubang. Pengendara kaget dan tidak sempat menghindar,” ujarnya dengan nada prihatin.

Kekhawatiran warga bukan isapan jempol. Nyawa manusia sudah menjadi korban dari buruknya infrastruktur jalan ini. Di wilayah Sukaratu, jalur JB Cisinga mencatat tragedi memilukan ketika seorang siswi SMA meninggal dunia akibat kecelakaan yang dipicu kondisi jalan rusak.

Seorang pedagang angkringan di sekitar lokasi, Muh Muslim (53), mengungkap kronologi kejadian tragis tersebut.

Lihat Juga :  Transparansi APBD Dipertanyakan, DPRD Soroti Perda dan Perbup APBD 2026 Tak Muncul di JDIH

“Di JB Cisinga daerah Sukaratu pernah ada korban jiwa, seorang siswi SMA. Waktu itu pulang sekolah naik motor, berpapasan dengan truk. Korban berusaha menghindar, tapi karena jalan berlubang, motornya terperosok, jatuh, lalu terlindas truk. Korban akhirnya meninggal dunia,” tuturnya lirih.

Lihat Juga :  Aliansi Mahasiswa Tasikmalaya Menolak Kedatangan Gibran: Daerah Butuh Solusi, Bukan Pencitraan

Hingga kini, perbaikan jalan Cisinga belum dilakukan secara menyeluruh. Di sejumlah titik, penanganan hanya sebatas tambal sulam darurat yang tak bertahan lama, terutama saat diguyur hujan deras.

Warga menilai, pola penanganan setengah-setengah justru memperbesar risiko kecelakaan. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Dinas PUPR untuk melakukan pembetonan permanen di sepanjang jalur rawan, bukan sekadar perbaikan sementara.

“Harapan saya jalan ini dicor semuanya, supaya tidak ada lagi korban jiwa,” pungkas Amudin.

Kini, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menunggu keseriusan Pemkab Tasikmalaya dalam menjamin keselamatan warganya. Jangan sampai jalan berlubang terus memakan korban, sementara tanggung jawab pemerintah justru berlubang pula. (Glh)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos