TASIKMALAYA | Priangan.com – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tasikmalaya sejak Senin (9/2/2026) malam memicu bencana tanah longsor di Kecamatan Karangjaya. Tebing setinggi sekitar 15 meter ambrol dan menutup total jalan alternatif penghubung Tasikmalaya–Pangandaran.
Peristiwa longsor terjadi di Dusun Awiluar, Desa Sirnajaya menuju Desa Citalahab. Material tanah dan batu menimbun badan jalan di enam titik berbeda, bahkan di beberapa lokasi jalan dilaporkan amblas hingga akses transportasi lumpuh total.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono, mengatakan tim gabungan langsung diterjunkan untuk menangani longsor. Namun kondisi tanah yang masih labil membuat penanganan harus ekstra hati-hati.
“Kami bersama BPBD, TNI, Polri, Brimob Polda Jabar, PUPR, relawan dan warga menutup akses jalan Tasikmalaya menuju Pangandaran karena ada enam titik longsor. Yang terbesar tebing sekitar 15 meter menutup seluruh badan jalan, bahkan ada jalan putus dan amblas,” ujar Cahyono, kepada wartawan Selasa (10/2/2026).
Ia menambahkan, evakuasi material sempat tertunda pada malam hari karena hujan masih turun dan risiko longsor susulan cukup tinggi. Faktor keselamatan petugas menjadi prioritas utama.
Memasuki Selasa, proses pembersihan mulai dipercepat dengan pengerahan alat berat. Selain ekskavator, petugas juga melakukan pembersihan manual karena tebal longsoran mencapai sekitar 2,5 meter dengan panjang kurang lebih 10 meter.
“Jalan alternatif Tasikmalaya–Pangandaran saat ini belum bisa dilalui kendaraan, baik mobil maupun motor. Kondisinya berbahaya karena ada jalan yang putus dan tertutup material longsor,” tambah Cahyono.
Camat Karangjaya, Atang Sumardi, membenarkan bahwa longsor di beberapa titik membuat mobilitas warga terganggu total. Titik terparah berada di RT 018 RW 006 Dusun Awiluar, dengan material longsor cukup tebal dan luas.
“Karena longsornya tersebar di enam titik dan ada jalan yang putus, akses warga benar-benar terganggu. Penanganannya harus pakai ekskavator agar cepat terbuka,” jelas Atang.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian longsor Tasikmalaya ini, warga diminta tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi. BPBD mengimbau masyarakat menggunakan jalur utama sementara waktu dan menghindari area longsor hingga proses evakuasi serta perbaikan jalan dinyatakan aman.
Petugas gabungan saat ini masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan serta memastikan akses Tasikmalaya–Pangandaran bisa kembali normal secepatnya. (yna)

















