KMC Resik Tegaskan Peran Mahasiswa Ciamis di Kota Tasikmalaya, Fokus Program Sosial hingga Pendidikan

TASIKMALAYA | Priangan.com – KMC Resik atau Keluarga Mahasiswa Ciamis Regional Tasikmalaya periode 2025/2026 menegaskan komitmennya memperkuat peran organisasi sebagai wadah inspiratif dan solutif bagi mahasiswa asal Kabupaten Ciamis yang menempuh pendidikan di Kota Tasikmalaya.

Di bawah kepengurusan bertajuk Kabinet Sang Pamanah Rasa, organisasi mahasiswa kedaerahan tersebut menargetkan peningkatan kontribusi sosial sekaligus penguatan solidaritas antaranggota.

Ketua KMC Resik periode 2025/2026, Rio Eryl, menegaskan bahwa organisasi tidak sekadar menjadi tempat berkumpul mahasiswa perantau, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial yang lebih luas.

“KMC Resik bukan sekadar organisasi daerah, tapi keluarga bagi mahasiswa Ciamis di Tasikmalaya agar bisa bertumbuh, berproses, dan memberi dampak positif,” ujarnya kepada Priangan.com, Minggu (15/2/2026).

Ia menjelaskan kepengurusan baru mengusung visi menjadikan organisasi lebih inspiratif, bersinergi, dan solutif. Program kerja diarahkan tidak hanya aktif di internal mahasiswa, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan berkelanjutan.

Menurut Rio, fokus gerak organisasi periode ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni Feeding (sosial), Healing (kesehatan), dan Schooling (pendidikan). Pilar Feeding diarahkan pada aksi sosial kemanusiaan, Healing pada peningkatan kesadaran hidup sehat, sementara Schooling menjadi jembatan informasi pendidikan bagi pelajar daerah.

Ia menambahkan, keberadaan organisasi mahasiswa kedaerahan dinilai penting karena banyak mahasiswa perantau menghadapi tantangan adaptasi saat kuliah di kota lain.

“Kami ingin menjadi ruang aman bagi mahasiswa daerah untuk berbagi aspirasi, beradaptasi, sekaligus mengembangkan potensi diri,” katanya.

Selain program sosial, KMC Resik juga mendorong peningkatan nalar kritis mahasiswa melalui kajian strategis, diskusi kedaerahan, dan advokasi isu sosial.

“Mahasiswa daerah harus peka terhadap persoalan sosial. Kami ingin budaya diskusi dan kajian terus hidup agar mahasiswa tidak apatis terhadap isu lokal maupun nasional,” tegasnya.

Lihat Juga :  Wabup Tasikmalaya Tegaskan Penonaktifan BPJS PBI Tak Sepihak, Klaim Berbasis Ground Check

Ke depan, KMC Resik berharap dapat menjadi jembatan kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah, sekaligus memperkuat kontribusi mahasiswa Ciamis bagi pembangunan daerah maupun lingkungan kampus di Tasikmalaya. (ags)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos