Kisah Sullivan Brother’s yang Gugur Bersama di Perang Dunia II

WASHINGTON D.C | Priangan.com – Sejarah Perang Dunia II mencatat banyak kisah heroik, namun tidak semuanya berakhir dengan kemenangan. Salah satu yang paling mengguncang Amerika Serikat adalah peristiwa yang menimpa lima bersaudara dari Iowa, Keluarga Sullivan Brothers. Mereka diceritakan berangkat ke medan perang bersama namun tak pernah kembali.

Keluarga Sullivan berasal dari kota kecil Waterloo, Negara Bagian Iowa, Thomas F. Sullivan dan Alleta Abel Sullivan, membesarkan lima putra mereka dalam lingkungan yang menekankan kebersamaan dan solidaritas. Kelima bersaudara itu adalah George, Francis, Joseph, Madison, dan Albert.

Dorongan untuk bergabung dengan militer muncul setelah serangan Jepang ke Pearl Harbor pada Desember 1941. Peristiwa itu bukan hanya mengguncang Amerika Serikat, tetapi juga meninggalkan luka pribadi bagi keluarga Sullivan setelah seorang sahabat dekat kelima bersaudara tewas dalam serangan tersebut. Tidak lama berselang, kelimanya mendaftarkan diri ke Angkatan Laut Amerika Serikat.

Dalam proses penugasan, mereka mengajukan permintaan agar ditempatkan di kapal yang sama. Permintaan ini bertentangan dengan praktik umum militer yang biasanya memisahkan anggota keluarga dekat. Namun, permohonan tersebut tetap disetujui. Kelima Sullivan kemudian ditempatkan di kapal penjelajah ringan USS Juneau yang bertugas di kawasan Pasifik Selatan.

Pada 13 November 1942, USS Juneau terlibat dalam rangkaian pertempuran laut di sekitar Guadalcanal. Di tengah situasi tempur yang intens, kapal tersebut terkena serangan torpedo dari kapal selam Jepang I-26. Ledakan yang terjadi memecah struktur kapal dan menenggelamkannya dalam waktu singkat. Sebagian besar awak kapal tidak sempat menyelamatkan diri.

Kelima bersaudara Sullivan termasuk di antara korban yang gugur. Tragedi ini baru diketahui keluarga setelah beberapa waktu, ketika seorang perwira Angkatan Laut datang ke kediaman mereka di Waterloo untuk menyampaikan kabar bahwa tidak satu pun dari lima putra mereka selamat. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kehilangan terbesar yang dialami satu keluarga Amerika dalam satu kejadian tempur selama Perang Dunia II.

Lihat Juga :  Zanzibar 1896, Ketika Inggris Menjatuhkan Takhta dalam 38 Menit

Dampak tragedi ini tidak berhenti pada duka keluarga. Pemerintah Amerika Serikat kemudian meninjau ulang kebijakan penempatan personel militer. Dari peristiwa inilah lahir kebijakan yang dikenal sebagai Sole Survivor Policy, yang bertujuan mencegah seluruh anggota keluarga gugur dalam satu konflik bersenjata.

Lihat Juga :  Jejak Hidup Sam Ratulangi, Tokoh di Balik Uang Rupiah Rp20.000

Nama keluarga Sullivan kemudian diabadikan dalam berbagai bentuk penghormatan. Angkatan Laut Amerika Serikat menamai kapal perusak USS The Sullivans untuk mengenang pengorbanan mereka. Di Waterloo, monumen dan fasilitas publik didirikan sebagai apresiasi atas peristiwa tersebut. (wrd)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos