Presiden Prabowo Subianto disebut kacungnya Donald Trump lantaran tidak berani mengutuk serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Beda halnya dengan Rusia dan Cina, termasuk Malaysia yang sudah menyatakan sikap tegasnya terkait serangan tersebut. Brasil dan Kuba pun mengecamnya. Namun, hingga hari ini Prabowo bungkam. Bukan mengecam atau mengutuk, Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran terkait nuklir, sehingga berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Bahkan, untuk menyampaikan dukacita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Prabowo tidak berani bicara langsung. Ia mengucapkannya melalui surat yang diserahkan Menteri Luar Negeri, Sugiono, kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta. Di tengah desakan sejumlah pihak atas sikap tegas Prabowo terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, Wakil Presiden Indonesia tampil berani di depan publik menyatakan bahwa Donald Trump dan Benjamin Netanyahu merupakan sumber kekerasan.
















