TASIKMALAYA | Priangan.com – Penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya kondisi ekonomi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin memang turun, namun indikator lain justru menunjukkan tekanan ekonomi warga masih cukup berat.
Ketua Tim Statistik Sosial BPS Kabupaten Tasikmalaya, Dudi Suryadi, menyampaikan bahwa tren penurunan kemiskinan memang terjadi, meski belum signifikan.
“Angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya mengalami penurunan jika dibanding tahun sebelumnya. Namun, perlu kami sampaikan bahwa untuk data terbaru tahun 2026 itu belum rilis,” ujar Dudi kepada Priangan.com, Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan data BPS Maret 2025, persentase penduduk miskin berada di angka 10,15 persen atau sekitar 185,99 ribu jiwa. Angka tersebut turun tipis dari Maret 2024 yang mencapai 10,23 persen atau 186,75 ribu jiwa.
Penurunan hanya sekitar 760 orang dalam setahun ini dinilai belum cukup kuat untuk menggambarkan pemulihan ekonomi masyarakat secara menyeluruh, terutama di wilayah pedesaan Kabupaten Tasikmalaya.
Di sisi lain, Garis Kemiskinan (GK) justru meningkat menjadi Rp413.178 per kapita per bulan pada Maret 2025, naik 3,15 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp400.148.
Kenaikan ini menunjukkan biaya hidup masyarakat terus meningkat. Artinya, warga dengan pengeluaran di bawah angka tersebut masih dikategorikan miskin.
Tak hanya itu, BPS juga mencatat indikator lain yang patut menjadi perhatian. Indeks Kedalaman Kemiskinan naik dari 1,01 menjadi 1,54, yang menandakan rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin jauh dari garis kemiskinan.
Kemudian Indeks Keparahan Kemiskinan meningkat dari 0,15 menjadi 0,38, yang menunjukkan kesenjangan ekonomi antarpenduduk miskin semakin lebar.
“Secara umum kondisi ekonomi masyarakat berangsur membaik pascapandemi, tetapi tantangan masih ada, terutama terkait daya beli dan biaya hidup,” jelas Dudi.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar program pengentasan kemiskinan tidak hanya menurunkan angka statistik, tetapi juga benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Masyarakat yang membutuhkan data statistik lebih lanjut dapat mengakses layanan resmi BPS Kabupaten Tasikmalaya melalui situs tasikmalayakab.bps.go.id atau Pelayanan Statistik Terpadu (PST). (ham)

















