Kebanjiran Rombel di Sekolah Negeri, SMK Mitra Batik Hanya Kebagian 30 Siswa

TASIKMALAYA | Priangan.com – Saat sekolah negeri dibanjiri peminat berkat kebijakan baru soal kuota rombongan belajar, nasib berbeda justru menimpa sekolah-sekolah swasta.

Di tengah gegap gempita Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025, SMK Mitra Batik Kota Tasikmalaya justru menghadapi kenyataan pahit: hanya 30 siswa baru yang mendaftar.

“Jumlah itu sangat kecil untuk lima jurusan yang kami buka. Kalau tidak ada penambahan siswa, bisa dipastikan banyak guru di sini akan menganggur,” ujar Wakasek Bagian Kesiswaan Agus Suprihat, saat ditemui, Kamis (10/7/2025).

Kondisi ini terjadi setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan sekolah negeri menerima hingga 50 rombongan belajar (rombel). Kebijakan ini dinilai memperlebar jurang antara sekolah negeri dan swasta, yang selama ini sudah kesulitan bersaing.

Menurut Agus, sebagian besar orang tua siswa lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri karena dianggap lebih murah dan prestisius, sementara sekolah swasta ditinggalkan tanpa dukungan berarti.

“Realitanya, kebijakan ini sangat menekan kami. Bagaimana tidak? Dengan lima jurusan yang siap menerima murid—mulai dari Bisnis Daring Pemasaran (BDP), Sekretaris, Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL), Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP), hingga Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ)—yang daftar hanya 30 siswa. Satu kelas bisa jadi hanya diisi 6 orang,” keluhnya.

SMK Mitra Batik sendiri memiliki sekitar 50 guru pengajar, termasuk empat orang yang berstatus PNS. Bila jumlah siswa tak bertambah, sebagian besar guru tidak akan memiliki jam mengajar yang cukup.

Ironisnya, meskipun jumlah murid sangat sedikit, pihak sekolah berencana tetap melanjutkan proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan kegiatan belajar seperti biasa.

Agus mengatakan, pihaknya berkomitmen tetap menjalankan pendidikan, sekalipun situasinya jauh dari ideal.

Lihat Juga :  Delapan SKPD dan Direksi PDAM Masih Kosong, Pemkab Garut Tekan Pemerintah Pusat

“Kalau kita menyerah sekarang, siapa yang akan memperjuangkan pendidikan di sekolah swasta seperti kami?” katanya.

Lihat Juga :  Hanya 8 Siswa Baru, SMA Swasta di Kota Tasikmalaya Tunda Kegiatan MPLS

Fenomena minimnya pendaftar di sekolah swasta tak hanya terjadi di Tasikmalaya. Sekolah-sekolah lain di wilayah Priangan Timur seperti Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Garut pun mengalami hal serupa. Di SMA Pasundan, misalnya, hanya enam orang siswa baru yang mendaftar hingga pekan ini. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos