Daily News

Jokowi Sentil Kepala Daerah; Rajin Tarik Iuran Turis, Tapi Kurang Kreatif Kembangkan Kawasan Wisata  

Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Rabu, 10 Juli 2024 | SS YouTube Sekretariat Presiden

JAKARTA | Priangan.com – Para kepala daerah kedapatan kena sentil oleh Presiden Jokon Widodo. Hal itu terlihat dalam acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada Rabu, 10 Juli 2024.

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyebut kalau selama ini masih ada kepala daerah yang kerap menarik iuran kepada para turis yang hendak berwisata di daerahnya. Menurutnya, penarikan yang dilakukan oleh kepala daerah tersebut menjadi tanda bahwa mereka tidak mampu mengembangkan destinasi di daerahnya masing-masing.

“Banyak kabupaten yang unik, yang (tapi) bupati tidak tahu bagaimana ini mengemasnya, mempromosikannya, dan turisnya kena iuran lagi. Sudah datang bayar mahal, masih kena iuran untuk melindungi alam,” kata dia.

Jokowi menambahkan, dirinya mengaku pernah melakukan pengecekan terhadap jumlah pendapatan daerah yang berasal dari iuran perlindungan alam. Menurutnya, jumlah yang dihasilkan cukup besar. Dalam satu tahun, angkanya mencapai triliunan. Itu pun belum termasuk tiket masuk.

Ia juga menyebut kalau itu adalah sebuah potensi yang harus bisa dikembangkan oleh para kepala daerah. Namun, di samping itu, para kepala daerah juga harus benar-benar mampu mengemas setiap potensi alam di wilayah mereka masing-masing agar sumber pendapatan bagi daerah lewat sektor ini lebih optimal.

“Kita Punya komodo. Kemudian di Banyuwangi juga ada banteng, ada badak, ada orang utan. Ini gimana daerah bisa mengemas ini bisa pendapatan bagi penerimaan daerah,” paparnya.

Misalnya, di Maros, sambung Jokowi, kawasan itu menurutnya punya potensi wisata yang sangat bagus untuk dikembangkan. Maros yang memiliki banyak kupu-kupu, akan jadi tempat wisata yang unik apabila dikemas dengan optimal.

Makan dari itu, Jokowi menegaskan, para kepala daerah harus lebih kreatif dan inovatif dalam melakukan pengembangan di daerahnya masing-masing, termasuk dalam urusan pariwisata. Menurutnya, wilayah yang mempunyai basis wisata alam harus dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimilikinya, jangan malah keluar dari potensi yang ada.

Tonton Juga :  Minoritas Rohingya Terancam, Serangan Pemberontak di Myanmar Meningkat

“Tolong pembangunannya yang bener. Sentuhannya yang bener, jangan sampai barangnya bagus justru di sentuh dengan semen dan tembok. Harusnya ditanami pohon supaya menarik kupu-kupu lebih banyak, ini bisa dijual kalau brandingnya benar, spesifik, dan bagus,”tandasnya. (wrd)

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Add Comment

Click here to post a comment

%d blogger menyukai ini: