Isu Perbatasan Barat Warnai Perdebatan Politik di Polandia

WARSAWA | Priangan.com — Pernyataan Presiden Polandia Karol Nawrocki mengenai pentingnya menjaga perbatasan barat negara itu kembali memunculkan perdebatan di dalam negeri. Seruan tersebut memicu tanggapan dari pemerintah yang menilai hubungan dengan Jerman saat ini tidak berada dalam kerangka ancaman, mengingat kedua negara berada dalam Uni Eropa dan NATO.

Nawrocki menyampaikan pandangannya pada Minggu, 28 Desember 2025, bertepatan dengan peringatan Pemberontakan Polandia 1918. Dalam pidatonya, ia menyinggung pengalaman historis Polandia di bawah dominasi Jerman, ketika kebijakan imperial dianggap menggerus identitas dan kebudayaan nasional.

Presiden Polandia menegaskan bahwa keterbukaan terhadap Barat tidak menghilangkan kewajiban negara untuk menjaga kedaulatan wilayahnya. Ia menekankan bahwa perbatasan barat tetap menjadi bagian penting dari identitas negara dan harus dilindungi sebagai simbol kemandirian nasional.

Pemerintah merespons pernyataan tersebut dengan nada lebih menenangkan. Menteri Luar Negeri Radoslaw Sikorski menegaskan bahwa situasi geopolitik saat ini berbeda dengan masa lalu. Selama Jerman berada dalam kerangka NATO dan Uni Eropa serta dipimpin pemerintahan demokratis, ia menilai tidak ada alasan untuk melihat Berlin sebagai ancaman langsung.

Perdana Menteri Donald Tusk turut mengkritik pernyataan Nawrocki. Menurutnya, isu tersebut mencerminkan perbedaan mendasar dalam cara memandang posisi Polandia di Eropa. Tusk menilai perdebatan ini berkaitan dengan pilihan strategis antara pendekatan pro-Eropa yang diusung koalisi pemerintah dan pandangan yang lebih skeptis terhadap Uni Eropa.

Menanggapi kritik tersebut, Nawrocki menyampaikan keheranannya atas perbedaan sikap dengan Tusk, mengingat keduanya memiliki latar belakang akademik sejarah. Ia menyiratkan bahwa pengalaman masa lalu Polandia semestinya tetap menjadi rujukan dalam membaca dinamika hubungan dengan negara tetangga.

Partai Hukum dan Keadilan (PiS), yang selama ini mendukung Nawrocki, dikenal kerap mengangkat isu kedaulatan dalam relasi dengan Jerman dan Uni Eropa. Ketua partai Jaroslaw Kaczynski sebelumnya menuding Brussel membuka jalan bagi dominasi Berlin di kawasan, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh pemerintahan Tusk.

Lihat Juga :  Tak Cukup Jadi Penonton, Pemuda Tasikmalaya Diminta Jadi Pelaku Sejarah

Hubungan Polandia dan Jerman memang masih dibayangi memori Perang Dunia II. Isu tersebut kembali mencuat setelah Warsawa menuntut reparasi perang senilai sekitar 1,3 triliun dolar AS, klaim yang ditolak Jerman dengan alasan telah diselesaikan secara hukum. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa sejarah masih menjadi faktor penting dalam dinamika politik dan diplomasi Polandia saat ini. (Zia)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos