IPM Tertinggal, Pemkot Tasikmalaya Fokus Benahi Pendidikan Mulai 2026

TASIKMALAYA | Priangan.com – Rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menempatkan Kota Tasikmalaya pada posisi ke-91 dari 98 kota di Indonesia dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Peringkat tersebut membuat Kota Tasikmalaya masuk jajaran daerah dengan capaian IPM terendah secara nasional dan kembali memantik sorotan terhadap kualitas pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Menanggapi data tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengakui capaian IPM daerahnya masih tertinggal dibandingkan kota-kota lain. Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara tren, IPM Kota Tasikmalaya terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Persoalan utama, menurutnya, terletak pada ketimpangan antar sektor yang belum tertangani secara optimal.

“IPM kita sebenarnya bergerak naik. Tapi memang ada ketimpangan di beberapa sektor yang harus ditangani lebih serius dan terukur,” ujar Viman usai menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan di Graha Sobandi, Kamis (18/12/2025).

Viman menyebut sektor pendidikan menjadi faktor penentu dalam upaya mengejar ketertinggalan IPM. Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, telah menyiapkan peta jalan atau roadmap pembangunan SDM yang akan mulai dijalankan pada 2026. Fokus utamanya diarahkan pada reformasi sistem pendidikan, tidak hanya dari sisi sarana prasarana, tetapi juga pada kualitas pembelajaran.

Menurut Viman, pembenahan pendidikan tidak cukup dilakukan dengan membangun gedung sekolah atau fasilitas fisik semata. Pemerintah daerah akan mendorong reformulasi kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan masa depan dan dunia kerja, sehingga lulusan sekolah di Tasikmalaya memiliki daya saing yang lebih kuat.

“Kita tidak ingin pendidikan hanya berhenti pada aspek administratif. Substansi pembelajaran dan kualitas kurikulum harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Untuk mendukung langkah tersebut, Pemkot Tasikmalaya juga tengah melakukan penataan organisasi perangkat daerah, khususnya di sektor pendidikan. Dinas Pendidikan akan diperkuat perannya agar lebih fokus pada peningkatan mutu pengajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik, bukan sekadar pengelolaan administrasi.

Lihat Juga :  Nurhayati Dorong Masyarakat Gaya Hidup Sehat Demi Masa Tua yang Lebih Baik

Viman menambahkan, program prioritas nasional di bidang pendidikan dan pembangunan manusia akan diselaraskan dengan potensi serta kearifan lokal Tasikmalaya. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas SDM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Lihat Juga :  Kapolres & Bhayangkari Jenguk Para Korban Aksi Indonesia Gelap di Tasik

Di sisi lain, Kota Tasikmalaya dinilai memiliki potensi besar di sektor perdagangan dan ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya diimbangi oleh kualitas SDM yang memadai. Keterbatasan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang menghambat optimalisasi potensi ekonomi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan di Kota Tasikmalaya tercatat mengalami perbaikan. Meski demikian, dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga secara menyeluruh dinilai belum signifikan.

Peringkat IPM yang masih berada di papan bawah kini menjadi tantangan sekaligus ujian bagi kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya. Publik menanti langkah konkret yang akan diambil pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan manusia dan keluar dari ketertinggalan nasional.

Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap, melalui evaluasi menyeluruh dan implementasi kebijakan yang lebih terarah mulai 2026, peringkat IPM dapat terus didorong naik. Targetnya, Tasikmalaya tidak lagi berada di zona bawah, melainkan mampu menunjukkan akselerasi pembangunan manusia yang nyata dan berkelanjutan. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos