TASIKMALAYA | Priangan.com – Harga sayur di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Stok pun disebut semakin sulit didapat. Pedagang menilai kondisi ini berkaitan dengan tingginya serapan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yusuf, pedagang sayur di Pasar Cikurubuk, mengatakan sejak program MBG berjalan, harga komoditas seperti cabai, bawang, dan sayuran hijau terus naik hampir setiap hari. Ia mengaku kesulitan mendapatkan barang karena banyak pasokan yang langsung diserap dari tingkat petani.
“Sejak ada program itu, harga-harga sayuran naik semua. Barang juga susah dicari. Sepertinya stok banyak ditarik ke sana. Sekarang banyak dapur yang belanja langsung ke petani, bukan ke pedagang pasar. Bahkan berani ambil harga di atas pasaran,” ujar Yusuf kepada Priangan.com, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, kondisi ini membuat pedagang kecil terjepit. Modal belanja ke bandar meningkat, sementara pembeli justru berkurang karena kaget dengan harga yang melonjak.
“Pembeli di pasar jadi sepi. Mereka kaget lihat harga cabai, bawang, sama sayuran hijau yang naik terus. Modal kami nambah, tapi pendapatan turun. Kalau begini terus, pedagang kecil bisa gulung tikar,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Heni, pedagang lainnya. Ia menilai pola belanja dapur MBG yang langsung menyasar petani membuat pedagang pasar kehilangan akses stok dan tidak bisa bersaing harga.
“Dampaknya paling terasa itu harga naik dan pembeli berkurang. Kadang orang dapur langsung tembak harga ke petani di atas harga pasaran. Kami yang belanja lewat jalur biasa jadi kalah saing. Barang makin susah, harga makin tinggi,” kata Heni.
Yusuf juga mengungkapkan, dapur MBG yang masih berbelanja ke Pasar Cikurubuk justru banyak berasal dari luar Kota Tasikmalaya. Sementara dapur yang berada di sekitar kota lebih memilih mengambil langsung ke petani atau distributor besar.
“Yang belanja ke sini malah banyak dari luar kota. Kalau yang di sekitar sini, kebanyakan langsung ke petani atau bandar besar. Jadi perputaran uang di pasar tidak maksimal,” ujarnya.
Lonjakan harga sayur di Tasikmalaya kini berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Pedagang mengaku omzet menurun drastis karena pelanggan mengurangi jumlah belanjaan.
Para pedagang berharap pemerintah segera mengevaluasi mekanisme pengadaan bahan baku untuk MBG agar tidak mengganggu stabilitas harga dan stok di pasar tradisional, khususnya di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya. Mereka meminta ada pengaturan distribusi agar pedagang kecil tetap mendapat akses pasokan dan masyarakat bisa membeli sayur dengan harga wajar. (ham)

















