Harga Pangan di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya Naik, Daya Beli Warga Kian Tertekan

TASIKMALAYA | Priangan.com – Sejumlah harga bahan pangan pokok di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan pedagang dan pembeli karena dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan.

Kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas utama seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, hingga daging. Para pedagang menyebut lonjakan harga sudah berlangsung sekitar sepekan terakhir dan dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah produsen.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Cikurubuk, Yati (54), mengatakan stok dari distributor mulai terbatas akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Situasi tersebut membuat harga di tingkat pasar ikut terkerek naik.

“Harga cabai, minyak goreng, sama bawang sekarang naik. Pasokan dari petani memang lagi sedikit, jadi harga ikut naik,” ujarnya saat ditemui Priangan.com di lapaknya, Kamis (29/1/2026).

Hal serupa disampaikan Asep (48), pedagang beras di pasar yang sama. Ia menyebut harga beras medium mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram dalam beberapa hari terakhir.

“Naiknya memang pelan-pelan, tapi pembeli tetap merasa berat. Kami juga tertekan karena harga beli dari agen sudah mahal,” kata Asep.

Kenaikan harga pangan di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya ini tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Lina (51), ibu rumah tangga asal Kecamatan Cihideung, mengaku harus mengurangi jumlah belanja untuk menyesuaikan anggaran rumah tangga.

“Biasanya beli cabai setengah kilo, sekarang seperempat kilo saja. Harga naik, sementara penghasilan tetap,” keluhnya.

Menurut pedagang, kenaikan harga sembako dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari cuaca yang mengganggu produksi, meningkatnya biaya distribusi dan transportasi, hingga naiknya harga dari tingkat produsen dan distributor. Selain itu, meningkatnya permintaan menjelang Ramadhan juga turut mendorong kenaikan harga di pasaran.

Lihat Juga :  Realisasikan Usulan Pentahelix, Bina Marga Segera Lakukan Pengerukan di Sepanjang Jalan Moh Toha-Dayeuhkolot

Dalam kondisi ini, para pedagang dan pembeli berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk menstabilkan harga di pasar tradisional, salah satunya melalui operasi pasar atau penguatan distribusi bahan pangan.

Lihat Juga :  Air Sering Gangguan dan Komplain Tak Digubris, PDAM Tirta Sukapura Jadi Sorotan Warga

“Kalau terus naik, masyarakat kecil pasti paling terdampak. Mudah-mudahan ada operasi pasar atau bantuan supaya harga bisa normal lagi,” ujar Yati.

Warga berharap kenaikan harga pangan di Kota Tasikmalaya tidak berlangsung lama dan pasokan segera kembali normal, sehingga daya beli masyarakat tidak semakin menurun. (ags)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos