Harga Minyak Meledak ke Angka $90, Level Tertinggi Sejak 2023

JAKARTA | Priangan.com – Pasar energi global kembali bergejolak setelah harga minyak melonjak tajam akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, Sabtu 7 Maret 2026. Lonjakan harga terjadi karena gangguan besar pada pasukan energi dari kawasan Timur Tengah ke pasar Internasional.

Kontrak berjangka panjang minyak Brent Crude Oil, yang menjadi acumen global, melonjak lebih dari 8% hingga menembus $92 per barel. Sementara itu,minyak West Texas Intermediate (WTI) dari AS naik lebih dari 11% hingga melampaui $90 per barel, menandai level tertinggi sejak September 2023.

Lonjakan harga dipicu oleh terhentinya hampir seluruh lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz, jalur laut strategis yang mengangkut sekitar seperlima ekspor minyak dunia. Gangguan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di sekitar perairan antara Iran dan Oman.

Analasis dari Goldman Sachs memperingatkan bahwa harga minyak berpotensi melampaui $100 per barel Mika gangguan pasukan terus berlanjut. Bahkan Menteri Energi Qatar menyebut harga minyak bisa melonjak hingga $150 per barel dalam scenario terburuk.

Di tengah krisis tersebut,Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan gangguan pengiriman minyak dari Teluk dapat membuka peluang bagi Rusia untuk memperluas ekspor energinya. Menurutnya, Rusia dapat mencari pembeli baru yang kehilangan pasokan dari kawasan tersebut.

Sementar itu, pemerintah AS memberikan kelonggaran sementara kepada India untuk tetap pembeli minyak Rusia selama 30 hari. Menteri keungana AS Scott Bessent mengatakan langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasa minyak global.

Di Eropa, sejumlah politisi mulai menyerukan pelonggaran sanksi terhadap Rusia. Tokoh politik sepderti Sahra Wagenknecht di Jerman, Alice Weidel, seta pemimpin Eropa superti Viktor Orban, Robert Fico, dan Matteo Salvinimenilai kebijakan sanksi energi terhadap Moskow justru merugikan ekonomi Uni Eropa. (Zia)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos