Harap Putusan Berkeadilan, APRI dan Tokoh Masyarakat Gelar Doa Bersama di PN Tasikmalaya

TASIKMALAYA | Priangan.com – Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (DPC APRI) Tasikmalaya bersama sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Karangjaya dan para ulama menggelar doa bersama di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Tasikmalaya, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut dilakukan usai sidang perkara dugaan tambang emas ilegal yang menjerat dua terdakwa, Jajang dan Solih.

Doa bersama tersebut diikuti oleh keluarga terdakwa, perwakilan penambang rakyat, aktivis, serta alim ulama. Kegiatan berlangsung dengan khidmat sebagai bentuk ikhtiar batin dan harapan agar proses peradilan berjalan dengan adil serta mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan.

Ketua DPC APRI Tasikmalaya, Hendra Bima, mengatakan doa bersama ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas terhadap para penambang rakyat yang tengah menghadapi proses hukum. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengintervensi jalannya persidangan, melainkan sebagai upaya spiritual agar hakim dapat menjatuhkan putusan yang adil dan bijaksana.

“Doa bersama ini kami lakukan sebagai ikhtiar batin. Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Tasikmalaya, namun kami berharap putusan yang diambil nantinya mencerminkan rasa keadilan dan nilai kemanusiaan, khususnya bagi penambang rakyat kecil,” ujar Hendra Bima.

Menurutnya, kasus yang menimpa Jajang dan Solih telah menjadi perhatian luas, tidak hanya bagi komunitas penambang rakyat, tetapi juga masyarakat Karangjaya. Ia menyebut banyak penambang tradisional yang menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan secara turun-temurun, sehingga diperlukan kebijakan hukum yang berkeadilan.

“Penambang rakyat ini bukan pelaku kejahatan terorganisir. Mereka adalah masyarakat kecil yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Karena itu, kami berharap ada pertimbangan sosial dan kemanusiaan dalam setiap putusan,” tambahnya.

Hendra juga menyampaikan bahwa kehadiran tokoh masyarakat dan ulama dalam doa bersama tersebut menunjukkan adanya dukungan moral dari berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, dukungan ini menjadi penguat bagi keluarga terdakwa yang saat ini tengah menjalani proses hukum.

Lihat Juga :  Ratusan Warga Buru Emas di Mandalahayu, ESDM dan Polisi Turun Tangan

Sementara itu, suasana doa bersama berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Para peserta tampak memanjatkan doa secara bersama-sama agar persidangan berjalan lancar dan para terdakwa diberikan ketabahan serta kekuatan menghadapi proses hukum.

Lihat Juga :  Ratusan Warga Buru Emas di Mandalahayu, ESDM dan Polisi Turun Tangan

DPC APRI Tasikmalaya menegaskan akan terus mengawal proses persidangan hingga putusan dibacakan. Hendra Bima menyatakan pihaknya tetap mengedepankan cara-cara yang bermartabat dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami percaya pengadilan adalah tempat mencari keadilan. Karena itu, selain ikhtiar lahir melalui pendampingan hukum, kami juga menempuh ikhtiar batin melalui doa bersama. Semoga keadilan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat kecil,” pungkasnya. (yna)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos