TASIKMALAYA | Priangan.com – Nasib PPPK Guru dan Tenaga Kependidikan Paruh Waktu di Kabupaten Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Hingga kini, kejelasan status dan pemenuhan hak mereka, terutama terkait gaji, dinilai belum jelas.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Muslim, menegaskan bahwa persoalan ini sebenarnya sudah diperingatkan sejak awal. Ia menyebut Komisi I telah mengingatkan pemerintah daerah saat SK PPPK Paruh Waktu diterbitkan tanpa mencantumkan besaran gaji atau honor.
Menurutnya, kelalaian tersebut berpotensi menimbulkan polemik di kemudian hari, dan kini kekhawatiran itu terbukti.
“Kami di Komisi I sejak awal sudah mengingatkan BKPSDM. Ketika Bupati menerbitkan SK PPPK paruh waktu tanpa mencantumkan besaran gaji atau honor, kami sudah sampaikan bahwa ini akan menjadi masalah ke depan,” ujar Asep kepada Priangan.com, Sabtu (7/3/2026).
Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini membuat nasib para guru dan tenaga kependidikan PPPK paruh waktu menjadi tidak jelas.
“Sekarang terbukti, nasib PPPK tenaga kependidikan paruh waktu tidak jelas. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Asep meminta Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menahan hak para guru yang selama ini telah menjalankan tugas pendidikan.
Apalagi, menurutnya, kondisi ini terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri, saat kebutuhan para pegawai meningkat.
“Kami meminta Bupati jangan menahan hak para guru PPPK paruh waktu. Apalagi ini menjelang Lebaran,” katanya.
Ia mendesak agar hak gaji PPPK paruh waktu dari bulan Januari hingga Maret segera direalisasikan dan dibayarkan sebelum Idul Fitri.
Menurutnya, pembayaran tersebut bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap para tenaga pendidik yang telah berjuang di dunia pendidikan.
“Segera berikan hak mereka dari Januari sampai Maret dan direalisasikan sebelum Idul Fitri. Ini adalah bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada para pejuang pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya,” pungkasnya. (yna)

















