TASIKMALAYA | Priangan.com – Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melakukan perombakan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada awal 2026. Salah satu keputusan yang menyita perhatian publik adalah mutasi Mohammad Zen dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Kebijakan tersebut memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat, termasuk isu kurangnya sinergi antara Sekda dengan kepala daerah. Namun, Bupati Cecep menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan yang bersifat wajar dan rutin.
“Rotasi dan mutasi adalah hal biasa dalam pemerintahan. Ini bagian dari penyegaran organisasi sekaligus upaya menghadirkan semangat baru,” kata Cecep saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Dalam perombakan tersebut, Bupati Cecep melakukan rotasi dan mutasi terhadap 24 pejabat di lingkungan Pemkab Tasikmalaya. Selain mutasi Mohammad Zen, sejumlah posisi strategis juga mengalami perubahan menyusul banyaknya pejabat yang memasuki masa pensiun.
“Banyak jabatan yang kosong karena pejabatnya akan atau sudah pensiun, mulai dari Asisten Daerah (Asda) I hingga jabatan kepala dinas, seperti Dinas PUPR dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujarnya.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemkab Tasikmalaya berencana menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) pada jabatan Sekda sambil menunggu proses seleksi terbuka (open bidding). Menurut Cecep, mekanisme open bidding akan dilakukan secara terbuka dan kompetitif guna mendapatkan figur yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
“Kami akan melihat pendaftar dan kualifikasinya. Selama ini, peserta open bidding tidak hanya dari daerah, tapi juga dari berbagai kementerian dan instansi, termasuk dari luar Pulau Jawa,” jelasnya.
Sementara itu, Mohammad Zen menanggapi mutasi yang dialaminya dengan sikap tenang. Ia menegaskan tidak merasa keberatan atas keputusan pimpinan daerah dan memilih memaknainya sebagai amanah baru yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Mudah-mudahan ini yang terbaik, barokah, dan selamat dunia akhirat. Haturnuhun kana sagala rupi perhatosana,” ujar Zen saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Zen juga menepis anggapan bahwa dirinya merasa “diparkir” melalui mutasi tersebut. Ia menegaskan tetap berprasangka baik terhadap setiap keputusan yang diambil oleh pimpinan dan meyakini hal itu sebagai bagian dari ketentuan Tuhan.
“Jangan sampai ada kesan saya keberatan. Saya husnudzon kepada Allah SWT. Semoga jabatan Staf Ahli ini menjadi pertolongan dari Allah yang Maha Rahman dan Maha Rahim,” tuturnya. (yna)

















