TAHERAN | Priangan.com – Iran telah mengumumkan pemimpim tertingginya, Mojtaba Khamenei resmi dipilih untuk menggantikan ayahnya Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel di Taheran pada 28 Februari lalu.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Majelis Ali Iran, lembaga yang bertugas memilih pemimpin tertinggi negara itu. Majelis menyatakan Mojtaba terpili setelah melalui “pembahasan yang teliti dan mendalam” di tengah situasi perang yang masih berlangsung.
Majelis Ahli juga menyerukan kepada rakyat Iran, termasuk kalangan ulama dan akademisi, untuk menyatakan kesetiaan kepada pemimpin baru. Mereka menegaskan bahwa kepemimpinan Mojtaba diharapkan melanjutkan sistem Republik Islam yang Mahir setelah Revolusi Iran 1979.
Lahir pada 1969, Mojtaba merupakan anak kedua dari enam bersaudara dalam keluarga Khamenei. Ia pernah menjadi sukarelawan dalam Perang Iran-Irak pada 1980-an sebelum menempuh pendidikan agama di kota suci Qom, pusat utama teologi Syiah di Iran.
Serangan udara yang menewaskan Ali Khamenei juga dilaporkan menegaskan beberapa anggota keluarga lainnya. Media Israel menyebut Mojtaba sempat mengalami luka daam serangan tersebut, meski kemudian telah kembali pulih.
Dukungan terhadap kepemimpinan baru datang dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang melalui jaringan medianya menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, juga memuji proses pemelihan yang tetap berjalan meski serangan udara terus terjadi.
Penunjukan Mojaba terjadi di tengah ketegangan yang meningkat pasca Presiden Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri perang kecuali jika Iran menyerah tanpa syarat. Situasi ini membuat pergantian pemimpin di Taheran menjadi sorotan dalam dinamika konflik yang terjedi saat ini. (Zia)
















