TASIKMALAYA | Priangan.com – Pemerintah Kota Tasikmalaya menghadapi tekanan fiskal serius pada 2026. Dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat dipastikan berkurang Rp219 miliar, ditambah pemangkasan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp86 miliar. Totalnya, Rp305 miliar raib dari struktur anggaran kota.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Tasikmalaya, Apep Yosa Firmansyah, menyebut penyusutan ini berdampak langsung pada postur APBD. Jika sebelumnya anggaran Kota Tasikmalaya berada di kisaran Rp1,7 triliun, pada 2026 menyusut menjadi sekitar Rp1,4 triliun.
“Biasanya APBD Kota Tasikmalaya berada di angka Rp1,7 triliun, tapi di tahun 2026 menyusut dan tinggal sekitar Rp1,4 triliun atau turun Rp305 miliar. Penurunan anggaran itu bukan angka kecil, karena Pemerintah Kota Tasikmalaya harus menggerakkan pemerataan pembangunan di 10 kecamatan,” ujar Apep kepada wartawan, Jumat (27/2/2026).
Pengurangan dana tersebut memaksa pemerintah menghitung ulang berbagai rencana pembangunan, khususnya yang tersebar di 10 kecamatan. Skala prioritas diperketat, program diseleksi ulang, dan belanja diarahkan lebih hati-hati agar tidak memperlebar defisit.
Saat APBD 2026 disahkan, kondisi keuangan daerah sudah berada dalam posisi defisit Rp50,78 miliar. Situasi ini membuat efisiensi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Apep mencontohkan langkah sederhana namun simbolis: rapat-rapat resmi kini tanpa jamuan snack, cukup air putih.
“Dipangkasnya dana TKD tidak membuat pembangunan berhenti di tengah jalan. Pembangunan terus berlanjut, tapi langkahnya lebih pendek,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya dituntut lebih agresif menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor pariwisata dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tumpuan harapan baru. Optimalisasi destinasi wisata lokal, penataan kawasan unggulan, hingga pembinaan UMKM dinilai dapat menjadi bantalan fiskal di tengah menyusutnya transfer pusat dan provinsi. (yna)

















