Tragedi Tiananmen 1989, Catatan Kelam Pemerintah China
- Historia
- Agustus 28, 2025
SUKABUMI | Priangan.com – Pada abad ke-19, bahasa Sunda mulai mendapat perhatian serius dari bangsa Belanda. Kesadaran itu tumbuh seiring diberlakukannya Regeringsreglement van 1818, sebuah peraturan yang mengatur tata kelola pemerintahan kolonial di Hindia Belanda. Para pejabat dan pengusaha Belanda, terutama yang berkepentingan di wilayah Priangan, menyadari bahwa penguasaan bahasa lokal bukan lagi pilihan, melainkan
READ MOREMOSKOW | Priangan.com – Pada suatu musim panas di tahun 1942, sampul majalah Time menampilkan sosok yang tak biasa. Bukan jenderal, bukan negarawan, melainkan seorang pria berkacamata tebal dengan helm baja, berdiri di atas atap bangunan. Ia tampak seperti petugas pemadam kebakaran biasa. Namun, sosok itu adalah Dmitri Shostakovich, seorang komposer Rusia jenius yang sedang
READ MOREJAKARTA | Priangan.com – Pada masa kolonial, praktik perbudakan bukan hanya menyasar wilayah-wilayah di benua Afrika atau kawasan Karibia seperti Suriname dan Antillen, tetapi juga menjejak dalam-dalam di tanah Hindia Belanda. Dalam bayang-bayang sejarah kolonial Belanda, narasi perbudakan di Asia Tenggara memang seringkali terpinggirkan. Padahal, jauh sebelum sistem perbudakan berkembang pesat di Suriname, perusahaan dagang
READ MOREJAKARTA | Priangan.com – Pada masa ketika vaksin belum ditemukan dan ilmu kedokteran masih meraba-raba dalam kegelapan, rabies merupakan vonis mati yang mengerikan. Penyakit ini begitu ditakuti karena gejalanya yang menakutkan dan nasib penderitanya yang hampir pasti adalah kematian yang lambat dan menyiksa. Ketika seseorang digigit anjing yang diduga rabies, harapan satu-satunya bukanlah pada rumah
READ MOREJAKARTA | Priangan.com – Di masa ketika status sosial ditentukan oleh warna kulit dan garis keturunan, perempuan berdarah campuran Hindia-Eropa hidup dalam persimpangan identitas yang rumit. Mereka tidak sepenuhnya diterima sebagai Eropa, namun juga tidak dianggap setara oleh masyarakat pribumi. Sementara itu, perempuan pribumi bahkan lebih jauh terpinggirkan, sering kali direduksi hanya sebagai pelayan, gundik,
READ MOREKIRKWALL | Priangan.com – Di utara Skotlandia, tersembunyi perairan sunyi bernama Scapa Flow, tempat puluhan kapal perang Jerman berlabuh pasca-Perang Dunia I, bukan sebagai pemenang, tapi juga belum benar-benar kalah. Di sanalah, tanpa pertempuran, tanpa ledakan, sejarah mencatat penenggelaman armada terbesar yang pernah terjadi. Bukan karena diserang, melainkan karena keputusan yang lahir dari keputusasaan dan
READ MOREJAKARTA | Priangan.com – Di balik sikap konservatif terhadap perjudian yang kerap ditunjukkan pemerintah Indonesia di masa kini, sejarah mencatat bahwa praktik judi pernah dilegalkan, bahkan dikelola langsung oleh negara. Perjudian tidak hanya menjadi fenomena sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan, politik, dan pengumpulan dana yang sah. Salah satu bentuk judi yang pernah sangat
READ MOREBONN | Priangan.com – Di tengah maraknya praktik kesehatan alternatif masa kini, seperti terapi bekam, akupunktur, hingga detoksifikasi kulit, gagasan bahwa penyakit bisa dikeluarkan dari tubuh melalui pori-pori atau luka buatan tampaknya tidak lagi terdengar asing. Meskipun banyak pendekatan modern kini dilengkapi dengan teknologi mutakhir dan pengetahuan ilmiah yang terus berkembang, jejak pemikiran serupa telah
READ MOREYOGYAKARTA | Priangan.com – Dalam sejarah panjang Nusantara, banyak peristiwa yang secara diam-diam membentuk arah perjalanan bangsa ini, meninggalkan jejak yang masih terasa hingga hari ini. Salah satu titik balik penting terjadi di tanah Mataram pada awal abad ke-19, saat Jawa menjadi medan perebutan kekuasaan antara kekuatan lokal dan imperium asing. Ketika Inggris mulai memperluas
READ MOREJAKARTA | Priangan.com – Tindakan mengucilkan atau menolak secara sukarela untuk berurusan dengan seseorang, organisasi, produk, atau layanan tertentu sebagai bentuk protes telah ada sejak lama dalam sejarah manusia. Namun, istilah “boikot” yang kini lazim digunakan untuk menyebut aksi tersebut, baru muncul pada akhir abad ke-19, dan berakar dari sebuah peristiwa nyata yang melibatkan seorang
READ MOREJAKARTA | Priangan.com – Pada akhir abad ke-19, di sebuah desa kecil di pesisir selatan Jawa Barat bernama Tjipetir yang kini dikenal sebagai Cipetir, berkembanglah sebuah industri yang akan menjangkau dunia. Di sana tumbuh pohon-pohon Palaquium penghasil getah gutta-percha, bahan alami berwarna gelap yang menjadi komoditas penting pada masa kejayaan kolonial. Getah ini diekstraksi, dicetak
READ MOREHOBART | Priangan.com – Di pesisir barat laut Tasmania, pada awal abad ke-19, lahir seorang perempuan yang kelak menjadi simbol perlawanan sebuah bangsa yang hampir dilenyapkan oleh kolonialisme. Namanya Tarenorerer, sebuah nama yang kini asing bagi banyak orang dan sengaja dihapus dari ingatan oleh sebagian lainnya. Tarenorerer bukan sekadar pejuang. Ia adalah perwujudan keberanian yang
READ MORELONDON | Priangan.com – Selama hampir dua abad, mesin uap menjadi tenaga penggerak utama yang mengubah wajah dunia yang menggerakkan lokomotif, memutar roda pabrik, hingga mendukung berbagai industri besar. Namun, tak banyak yang tahu bahwa awal dari revolusi besar ini justru berakar dari satu alat masak di dapur. Alat ini semacam panci bertekanan tinggi bernama
READ MOREBUDAPEST | Priangan.com – Tak banyak orang tahu siapa penemu pulpen, tetapi hampir semua orang pernah menggunakannya. Alat tulis ini hadir dalam kehidupan sehari-hari sebagai benda yang nyaris tak tergantikan. Di balik kepraktisan dan kesederhanaannya, ada kisah menarik tentang seorang wartawan asal Budapest yang mengubah sejarah menulis hanya karena ia lelah menghadapi tinta yang mudah
READ MORE