BPBD Tasikmalaya Siaga Penuh Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

TASIKMALAYA| Priangan.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menetapkan status siaga penuh menyusul meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut sejak awal tahun.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tasikmalaya, Cahyono Rahmat, ST, mengungkapkan bahwa intensitas hujan ekstrem menjadikan Tasikmalaya sebagai salah satu daerah dengan curah hujan tertinggi di Jawa Barat. Kondisi ini memicu potensi bencana seperti tanah longsor dan banjir di puluhan titik rawan.

“Bencana paling dominan sejak Januari adalah longsor dan gerakan tanah. Titik-titik rawan tersebar di Kecamatan Culamega, Cipicung, Bojonggambir, Mangkonjaya, dan Wandasari,” ujar Cahyono saat diwawancarai pada Kamis (13/11/2025).

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di lereng tebing dan bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, mitigasi dan pencegahan dini sangat penting dilakukan, terutama di tengah cuaca ekstrem.

“Rumah-rumah yang berada di tebing atau pinggir sungai perlu pengawasan ekstra. Jangan sampai kita lengah,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipatif, Bupati Tasikmalaya telah menetapkan Surat Keputusan (SK) Tanggap Darurat di 39 kecamatan. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat penanganan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

Sementara itu, banjir tahunan di Kecamatan Sukaresik kembali menjadi sorotan. Cahyono menjelaskan bahwa kondisi topografi rendah serta lokasi yang diapit oleh Sungai Citanduy dan Cikidang menjadikan wilayah tersebut rentan terendam.

“Idealnya, kawasan itu tidak layak dijadikan permukiman. Jika terus dibiarkan, beban tahunan akan terus berulang. Solusi terbaik adalah relokasi,” katanya.

Terkait upaya normalisasi sungai, Cahyono menegaskan bahwa hal tersebut bukan kewenangan pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Direktorat Sumber Daya Air.

Lihat Juga :  BIOTIRTA, KULINER CISAYONG DENGAN NUANSA KEHIDUPAN AIR

“Kami mendorong Kementerian PUPR agar lebih memperhatikan kondisi sungai di Tasikmalaya. Jangan sampai masyarakat dan pemerintah daerah terus kewalahan,” tutupnya. (yd)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos