TASIKMALAYA | Priangan.com – Fenomena takjil hits di Kota Tasikmalaya menjadi pemandangan khas setiap Ramadan 2026. Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Kompleks Olahraga Dadaha, pusat Kota Tasik, hingga area sekitar kampus dipadati mahasiswa yang berburu jajanan berbuka murah, unik, dan viral di media sosial.
Ramainya berburu takjil di Tasikmalaya bukan sekadar tradisi ngabuburit, tetapi juga bagian dari gaya hidup mahasiswa yang kini gemar mencari kuliner kekinian dengan harga terjangkau. Mulai dari es buah jumbo, sop buah segar, dessert box, dimsum, hingga gorengan modern dengan topping melimpah menjadi incaran utama.
Rina (21), mahasiswa salah satu kampus di Kota Tasikmalaya, mengaku memilih takjil yang sedang viral di TikTok atau Instagram karena mudah ditemukan dan ramah di kantong.
“Biasanya cari yang lagi hits di TikTok atau yang rame di pinggir jalan sekitar kampus. Harganya juga masih terjangkau, Rp5 ribu sampai Rp15 ribu sudah bisa dapat takjil enak buat buka,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, selain rasa, tampilan yang menarik juga menjadi pertimbangan. “Kalau tampilannya lucu dan kekinian, pasti lebih tertarik beli,” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Dimas (22). Ia menyebut ngabuburit di Kota Tasikmalaya sambil berburu takjil sudah menjadi rutinitas wajib setiap Ramadan.
“Serunya itu suasana sore di Dadaha atau sekitar pusat kota. Yang lagi hits biasanya cepat habis, jadi harus datang lebih awal sebelum magrib,” katanya.
Sementara itu, Rendi (22) menilai minuman segar masih menjadi primadona takjil mahasiswa Tasikmalaya.
“Sop buah, es campur, es kelapa itu best seller banget. Selain rasa, faktor viral di media sosial juga ngaruh. Kalau banyak yang review, pasti makin penasaran,” ungkapnya.
Lonjakan pembeli juga dirasakan para pedagang. Azka (23), penjual takjil di kawasan Dadaha, mengaku omzetnya meningkat signifikan sejak awal Ramadan.
“Yang paling laris es buah sama jajanan kekinian. Banyak mahasiswa beli karena murah dan porsinya cukup buat berbuka,” tuturnya.
Fenomena takjil murah di Kota Tasikmalaya ini menunjukkan pergeseran pola konsumsi mahasiswa yang kini lebih memilih makanan praktis, variatif, dan mengikuti tren digital. Meski berburu yang viral, sebagian mahasiswa tetap mempertimbangkan kebersihan dan kualitas bahan.
Dengan menjamurnya pedagang takjil Ramadan di Tasikmalaya, mahasiswa berharap harga tetap stabil dan kualitas terjaga. Sebab, bagi mereka, berburu takjil bukan sekadar mencari makanan berbuka, melainkan juga momen kebersamaan yang memperkaya suasana Ramadan di Kota Tasikmalaya. (ags)

















