TASIKMALAYA | Priangan.com – Keluhan masyarakat terkait banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati di sejumlah ruas jalan protokol Kota Tasikmalaya semakin sering terdengar. Kondisi jalan yang gelap pada malam hari memicu kekhawatiran warga, mulai dari meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas hingga potensi tindak kriminalitas.
Menanggapi keluhan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya akhirnya angkat bicara. Melalui Yusef, Kepala Seksi Fasilitas Lalu Lintas (Faslalin), Dishub mengakui bahwa pelayanan perbaikan PJU saat ini memang belum berjalan optimal.
Yusef menjelaskan, kendala utama dalam penanganan PJU mati di Kota Tasikmalaya adalah keterbatasan anggaran pemeliharaan yang tidak sebanding dengan jumlah titik lampu yang harus dirawat.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Kondisi anggaran pemeliharaan PJU memang sangat terbatas, sehingga perbaikan lampu jalan yang padam tidak bisa dilakukan secara serentak,” ujarnya saat ditemui Priangan.com di Kantornya, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan data Dishub Kota Tasikmalaya, saat ini terdapat sekitar 11.982 tiang PJU dengan jumlah lampu mencapai ±15.000 unit, karena sebagian tiang menggunakan sistem rangkaian. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah Kota Tasikmalaya, termasuk di jalan-jalan utama dan kawasan permukiman.
Di sisi lain, Dishub mengungkapkan bahwa anggaran PJU justru banyak terserap untuk biaya listrik ke PLN. Setiap bulan, Dishub harus mengalokasikan dana sekitar Rp2,5 miliar, atau hampir Rp30 miliar per tahun, hanya untuk membayar tagihan listrik PJU.
“Sebagian besar PJU di Kota Tasikmalaya masih menggunakan skema abudemen atau pembayaran flat. Artinya, meskipun lampu PJU dalam kondisi mati, pembayaran ke PLN tetap berjalan,” jelas Yusef.
Dengan kondisi tersebut, Dishub terpaksa menerapkan skala prioritas perbaikan. Titik-titik PJU yang dianggap rawan kecelakaan dan kriminalitas menjadi fokus utama, meskipun di lapangan jumlah kerusakan terus bertambah dan membuat antrean perbaikan semakin panjang.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Dishub Kota Tasikmalaya menegaskan tetap berupaya melakukan penanganan semaksimal mungkin dengan sumber daya yang ada. Pendataan titik PJU mati terus dilakukan untuk memastikan kerusakan berat dapat segera ditangani jika tersedia anggaran darurat. (ham)
















