Babinsa Jadi “Mandor” Proyek KDMP di Kota Tasikmalaya, Peran Kelurahan Minim

TASIKMALAYA | Priangan.com – Proyek pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di wilayah Kota Tasikmalaya menuai perhatian. Pasalnya, pembangunan yang berdiri di atas lahan sekitar satu hektare tersebut disebut lebih banyak dikendalikan aparat teritorial, bahkan Babinsa disebut berperan layaknya “mandor” proyek.

Informasi yang dihimpun Priangan.com di lapangan menyebutkan proses pembangunan hingga pengawasan fisik KDMP berjalan di bawah koordinasi aparat Babinsa. Peran pemerintah kelurahan dalam pelaksanaan teknis disebut sangat terbatas.

Babinsa Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Khaerul, mengakui dirinya aktif memantau langsung progres pembangunan sejak awal.

“Sejak peletakan batu pertama, pengawasan memang dilimpahkan ke Babinsa. Saya setiap hari memonitor progres fisik supaya pembangunan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa urusan pengelolaan anggaran serta pengadaan material berada di bawah koordinasi Kodim, bagian dari struktur TNI yang membina wilayah teritorial.

Sementara itu, dari pihak kelurahan sendiri mengakui tidak terlibat langsung dalam pelaksanaan teknis pembangunan KDMP. Salah satu staf kelurahan menyebut pihaknya hanya menerima pemberitahuan terkait proyek tersebut.

“Kelurahan tidak terlibat teknis. Kami hanya mendapat informasi bahwa ada pembangunan di wilayah ini,” ungkapnya.

Kondisi tersebut memunculkan beragam tanggapan masyarakat. Sebagian warga menilai kehadiran Babinsa membantu kelancaran proyek, namun ada pula yang berharap keterlibatan pemerintah kelurahan lebih diperkuat agar koordinasi pembangunan di wilayah administratif tetap optimal.

Hingga kini pembangunan KDMP di Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya masih berlangsung. Publik pun berharap transparansi informasi serta sinergi semua pihak dapat terus ditingkatkan agar pembangunan berjalan efektif dan akuntabel. (ham)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos