Asal Usul Kisah King Arthur yang Masih Menyisakan Perdebatan

JAKARTA | Priangan.com – King Arthur telah lama menempati ruang penting dalam sejarah dan budaya Inggris, meski keberadaannya masih memunculkan perdebatan. Sosok ini dikenal luas sebagai pemimpin Briton pada masa pasca runtuhnya kekuasaan Romawi, sekitar abad ke-5 hingga ke-6 Masehi, ketika gelombang penyerangan Anglo-Saxon mulai menekan wilayah Britania. Catatan yang menyebut Arthur sebagai tokoh yang memimpin perlawanan tidak berasal dari masanya, melainkan muncul beberapa abad kemudian melalui tradisi lisan yang kemudian dituliskan oleh para penulis abad pertengahan.

Informasi mengenai siapa Arthur, di mana ia hidup, dan bagaimana ia berperan dalam sejarah mulai terdokumentasi dalam karya Historia Brittonum yang dikaitkan dengan Nennius pada abad ke-9. Sumber ini menggambarkan Arthur sebagai pemimpin militer yang terlibat dalam serangkaian pertempuran, termasuk pertempuran terkenal di Mons Badonicus. Catatan lain dari Annales Cambriae pada abad ke-10 turut mengaitkan namanya dengan pertempuran Camlann yang disebut sebagai akhir hayatnya. Namun, para sejarawan menilai bahwa kedua sumber tersebut terlalu jauh dari periode yang diduga sebagai masa hidup Arthur sehingga sulit diverifikasi secara pasti.

Legenda mengenai Arthur menyebar lebih luas setelah penulis Geoffrey of Monmouth memasukkan sosok ini dalam Historia Regum Britanniae pada abad ke-12. Karya tersebut memperkenalkan banyak elemen yang kemudian melekat pada citra Arthur, seperti Camelot, para ksatria Meja Bundar, serta pedang Excalibur. Elemen-elemen itu lalu diperkaya oleh penulis berikutnya, seperti Thomas Malory dalam Le Morte d’Arthur, yang memasukkan unsur petualangan, pencarian cawan suci, hingga kisah-kisah moral yang membentuk citra Arthur sebagai raja ideal dalam tradisi sastra Eropa.

Dari sisi sejarah, sejumlah peneliti berupaya mencari landasan faktual dari tokoh ini. Ada yang menduga bahwa Arthur mungkin terinspirasi dari seorang pemimpin Briton bernama Riothamus yang aktif sekitar abad ke-5, meski dugaan ini belum memperoleh kesepakatan bersama. Hingga kini belum ada bukti arkeologis yang memastikan keberadaan Arthur, termasuk lokasi makam yang dalam tradisi rakyat digambarkan sebagai misteri dan sering disebut tidak diketahui secara pasti.

Lihat Juga :  Catherine dari Aragon; Ratu yang Dikhianati, Namun Tak Pernah Terkalahkan

Terlepas dari minimnya bukti sejarah, Arthur tetap menjadi figur yang penting bagi identitas budaya Britania. Kisahnya berkembang menjadi simbol kepemimpinan, keberanian, dan harapan pada masa-masa ketidakpastian. Warisan ceritanya terus bertahan dalam karya sastra, penelitian sejarah, hingga budaya populer modern, menjadikannya salah satu tokoh legendaris yang paling berpengaruh dalam tradisi Eropa. (wrd)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos