Aliansi BEM Se-Tasikmalaya Ultimatum Walikota: Benahi Kota atau Mundur

TASIKMALAYA | Priangan.com – Tekanan terhadap kepemimpinan di Kota Tasikmalaya kian menguat. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Se-Tasikmalaya turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Balai Kota, menuntut evaluasi total terhadap kinerja kepala daerah, bahkan mendesak agar Walikota mundur jika dinilai tak lagi mampu membenahi persoalan kota.

Aksi berlangsung panas namun tetap terkendali. Massa membawa spanduk dan poster berisi kritik keras terhadap berbagai kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dianggap tak berpihak pada rakyat serta jauh dari janji kampanye.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Dede Firmansyah, menegaskan bahwa demonstrasi ini bukan sekadar agenda seremonial mahasiswa, melainkan bentuk akumulasi kekecewaan atas berbagai persoalan yang dinilai tak kunjung tuntas.

“Kami dari Aliansi BEM Se-Tasikmalaya sangat kecewa. Lagi dan lagi, Walikota tidak pernah hadir menemui massa aksi. Padahal kami datang dengan niat berdiskusi, menyampaikan aspirasi secara terbuka,” ujar Dede di sela-sela aksi, Kamis (26/2/206).

Menurutnya, terdapat sekitar 18 hingga 19 program kerja serta sejumlah program prioritas yang pernah dijanjikan saat kampanye, namun hingga kini belum menunjukkan realisasi signifikan. Mahasiswa menilai, lemahnya implementasi program berdampak langsung pada stabilitas sosial dan pelayanan publik di Kota Tasikmalaya.

Tak hanya menyoroti janji politik, massa aksi juga menyinggung dugaan ketidakharmonisan hubungan antara Walikota dan Wakil Walikota yang disebut-sebut memengaruhi efektivitas tata kelola pemerintahan.

“Ada dugaan komunikasi di internal Pemkot tidak berjalan baik. Jika pimpinan tidak solid, bagaimana roda pemerintahan mau stabil? Belum lagi persoalan TPA, pengelolaan lingkungan, dan isu-isu strategis lain yang tidak tertangani maksimal,” tegas Dede.

Mahasiswa dari Universitas Mayasari Bakti itu juga mengultimatum Pemerintah Kota. Jika tidak ada respons konkret terhadap tuntutan mereka, aksi lanjutan dengan massa lebih besar akan digelar.

Lihat Juga :  KDMP Desa Padasuka Tasikmalaya Tersendat Lahan, Rencana Pakai Makam Batal, Tukar Guling Jadi Opsi

“Kami akan kembali dengan eskalasi yang lebih besar. Jika Walikota tidak mampu menjaga stabilitas dan menunaikan tanggung jawabnya kepada masyarakat Kota Tasikmalaya, maka lebih baik mundur,” tandasnya.

Lihat Juga :  Akademisi Ingatkan Wali Kota Tasikmalaya: Kesederhanaan Harus Dibuktikan dengan Sikap

Aksi yang berlangsung pada sore hari tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Balai Kota tersendat. Aparat kepolisian terlihat berjaga untuk memastikan demonstrasi berjalan kondusif.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kota Tasikmalaya belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan Aliansi BEM Se-Tasikmalaya. Publik kini menanti, apakah akan ada ruang dialog terbuka atau justru gelombang aksi lanjutan yang lebih besar di jantung Kota Tasikmalaya. (ham)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos