Aksi Kamisan ke-900 di Tasikmalaya, Aktivis Soroti Penembakan Remaja oleh Aparat

TASIKMALAYA | Priangan.com – Aksi Kamisan kembali digelar di pusat Kota Tasikmalaya, Kamis (5/2/2026) sore. Sekitar 50 aktivis dan mahasiswa turun ke jalan, mengenakan pakaian serba hitam, menandai konsistensi gerakan yang kini memasuki pekan ke-900 atau 17 tahun sejak pertama kali digelar di Jakarta sebagai simbol perlawanan terhadap pelanggaran HAM.

Dalam aksi kedua yang digelar di Tasikmalaya ini, peserta menggelar orasi, mimbar bebas, serta doa bersama untuk para korban pelanggaran HAM. Sorotan tajam diarahkan pada dugaan penembakan remaja oleh oknum aparat di Makassar, yang terjadi hanya berselang dua pekan setelah kasus serupa menewaskan seorang siswa di Tual.

Ali, salah satu orator, menegaskan bahwa aksi hingga pekan ke-900 bukan sekadar seremoni, melainkan upaya merawat ingatan publik atas berbagai kasus yang belum terselesaikan.

“Kami berfokus pada tindakan represif aparat yang terus berulang. Kejadian di Makassar dan Tual dalam waktu berdekatan menunjukkan ada yang harus dievaluasi serius di tubuh kepolisian,” tegasnya.

Ia menilai, tanpa evaluasi menyeluruh dan penegakan hukum yang transparan, kasus serupa berpotensi terus terjadi. Menurutnya, negara tidak boleh abai ketika nyawa warga sipil menjadi korban.

Aksi ini juga diikuti mahasiswa. Bia, salah seorang peserta, mengaku turun ke jalan karena panggilan moral.

“Kita tidak boleh diam melihat ketidakadilan, apalagi jika menyangkut nyawa manusia. Ini dukungan moral agar keluarga korban tahu mereka tidak sendiri,” ujarnya.

Sepanjang aksi, peserta secara bergantian menyuarakan tuntutan agar pemerintah menuntaskan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu serta menindak tegas aparat yang terbukti melakukan kekerasan terhadap warga sipil. Bagi mereka, keadilan bukan sekadar janji, tetapi kewajiban negara yang tak boleh ditunda. (ham)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos