Akademi Militer Magelang Cetak SBY dan Prabowo, Dua Tokoh Bangsa dengan Watak Politik Bertolak Belakang

TASIKMALAYA | Priangan.com — Lahir dari rahim yang sama, Akademi Militer Lembah Tidar, Magelang, Jawa Tengah, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo Subianto pernah berjalan beriringan sebagai perwira muda yang digadang-gadang menjadi bintang masa depan TNI. Keduanya merupakan produk terbaik pendidikan militer Indonesia, namun waktu membawa mereka menempuh jalan kepemimpinan yang sangat berbeda.

SBY dikenal luas sebagai figur yang tenang, komunikatif, dan mengedepankan diplomasi. Sebaliknya, Prabowo Subianto tampil dengan karakter tegas, lugas, dan nasionalisme yang kuat serta ekspresif. Dua karakter yang lahir dari institusi yang sama, namun ditempa oleh pengalaman dan lingkungan penugasan yang berbeda.

Perbedaan itu diungkapkan jurnalis senior Don Bosco Selamun dalam podcast Total Politik. Don Bosco, yang lama mengikuti perjalanan politik dan militer Prabowo, menyebut mantan Danjen Kopassus itu sebagai sosok yang kerap bertindak di luar pola prosedural formal.

“Prabowo itu sangat tidak prosedural,” ujar Don Bosco.
“Ini berkebalikan dengan SBY yang sangat prosedural dan selalu memperhatikan landasan hukum sebelum mengambil kebijakan,” tambahnya.

Menurut Don Bosco, relasi politik antara SBY dan Prabowo juga tidak selalu sejalan. Ia menilai dukungan SBY terhadap Prabowo dalam kontestasi politik tidak datang sejak awal, melainkan muncul pada momentum-momentum krusial.

“SBY tidak sepenuhnya mendukung Prabowo dari awal. Kita lihat pada Pemilu kemarin, Partai Demokrat justru menjadi partai terakhir yang merapat,” ungkapnya.

Pandangan serupa disampaikan akademisi Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung Tasikmalaya, Rico Ibrahim. Ia menilai Prabowo dan SBY memiliki latar pembentukan karakter yang sangat berbeda, sehingga sulit disandingkan secara utuh dalam satu gaya kepemimpinan.

“Prabowo dan SBY itu ibarat air dan minyak. Dua karakter yang berbeda dan tidak selalu cocok,” ujar Rico.

Lihat Juga :  PM Cina Bertemu Prabowo, Sepakati Penguatan Kerja Sama Strategis

Menurutnya, SBY yang lama berproses di Kostrad dituntut memiliki kemampuan diplomasi dan manajerial teritorial, sementara Prabowo yang ditempa di Kopassus dibentuk sebagai militer murni dengan karakter keras, cepat, dan kaku dalam komunikasi.

Lihat Juga :  Satpol PP Kota Tasikmalaya Amankan 3.200 Botol Miras dari Ruko Berkedok Air Mineral

“Ini terlihat dari perjalanan politik Prabowo yang beberapa kali gagal dalam Pilpres. Baru pada Pilpres keempat, Prabowo mampu mengikis citra kaku tersebut dan lebih diterima publik,” katanya.

Meski memiliki perbedaan karakter dan pendekatan, para pengamat menilai kedua tokoh bangsa ini tetap memiliki peran strategis dalam perjalanan Indonesia ke depan. Prabowo dan SBY dinilai dapat saling melengkapi melalui kritik dan masukan konstruktif demi kepentingan nasional. (Rco)

Lain nya

Latest Posts

Most Commented

Featured Videos