JAKARTA | Priangan.com – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur didera banyak masalah. Bukan hanya dijerat seretnya anggaran, tapi juga ada persoalan lain yang memalukan, yakni maraknya praktik pr*stitusi di sekitar IKN.
Berdasarkan catatan Satpol PP Kabupaten Penajam Paser Utara, sudah ada lebih dari 60 pekerja seks komersial atau PSK yang dijaring operasi sepanjang 2025. Dalam praktiknya, para PSK itu menawarkan jasanya melalui aplikasi media sosial, kemudian dieksekusi di kamar penginapan.
Untuk sekali kencan, mereka mematok tarif antara Rp400 ribu sampai Rp700 ribu. Selain dari Provinsi Kalimantan Timur, seperti Balikpapan dan Samarinda, para PSK ada yang berasal dari Makassar, Bandung, hingga Yogyakarta. Naskah: AI | Editor: Aditama